JawaPos.com - Presiden Joko Widodo baru saja menetapkan dua Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK baru yang berlokasikan di Banten dan Batam. Pentapan ini dilakukan menjelang berakhirnya masa jabatan pada 20 Oktober mendatang.
Adapun penetapan KEK ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024 soal KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten. Serta KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam melalui Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2024 pada 7 Oktober 2024.
“Kedua KEK ini diharapkan membawa dampak signifikan terhadap perekonomian nasional sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, dengan peningkatan lapangan pekerjaan dan inovasi serta berbagai multiplier effect lainnya,” kata Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (9/10).
Dia membeberkan, KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten di Kabupaten Tangerang nantinya akan bergerak di bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan internasionall dengan pengembangan teknologi digital dan.
KEK di Banten itu diusulkan oleh PT Surya Inter Wisesa (SIW), anak perusahaan PT Bumi Serpong Damai (BSD) dengan target investasi mencapai Rp 18,8 triliun saat beroperasi penuh. Dengan kawasan area mencapai 59,68 ha yang berlokasi di Kabupaten Tangerang KEK diharapkan dapat menyerap tenaga kerja hingga 13.446 orang.
“KEK ini akan menjadi pusat pendidikan internasional dengan beroperasinya Monash University, sebagai salah satu universitas terbaik ke-37 di dunia, bidang riset, ekonomi digital, dan pengembangan teknologi dengan target 100 start-up, bidang kesehatan dengan pelayanan yang terintegrasi, serta industri kreatif,” bebernya.
Sementara itu, KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam, yang diinisiasi oleh PT Karunia Praja Pesona menargetkan realisasi investasi hingga Rp6,91 Triliun dengan potensi menyerap tenaga kerja sebanyak 105.406 orang.
Apollo Hospital India selaku investor utama berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan layanan kesehatan berstandar internasional dan peningkatan medical-tourism, yang ditargetkan akan rampung dan beroperasi di tahun 2026.
Dengan dibentuknya KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam, negara diharapkan akan memperoleh penghematan devisa hingga Rp500 Miliar. Apollo dikenal karena kemampuannya menyediakan perawatan berkualitas internasional dengan biaya yang kompetitif.
“Dengan spesialisasi dalam berbagai layanan kesehatan canggih seperti onkologi, kardiologi, neurologi, serta perawatan bedah berbasis robotik, kehadiran Apollo di Batam akan membuka peluang bagi KEK ini untuk menawarkan perawatan kelas dunia,” jelasnya.
Sebagai informasi, hingga saat ini, terdapat 22 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yang terdiri dari 12 KEK Industri, yaitu Gresik, Kendal, Sei Mangkei, Arun Lhokseumawe, Galang Batang, Morotai, Palu, Sorong, MBTK, Bitung, Tanjung Sauh, dan Setangga.
Lalu, sebanyak 7 KEK Pariwisata, yaitu Mandalika, Lido, Tanjung Lesung, Kura Kura Bali, Tanjung Kelayang, Likupang, dan Sanur (Pariwisata-Kesehatan). Kemudian, 2 KEK Digital, yaitu Nongsa dan Singhasari; serta 1 KEK Jasa lainnya (KEK MRO), yaitu Batam Aero Technic (BAT).
“Dengan bertambahnya 2 KEK baru, total Kawasan Ekonomi Khusus yang telah ditetapkan oleh Presiden menjadi 24 KEK. Sedangkan 8 KEK dalam proses penetapan,” pungkasnya.