JawaPos.com - Ramai diperbincangkan di media sosial, admin debit BCA mengalami kenaikan sebesar Rp 10.000. Hal ini diketahui dari unggahan foto netizen yang menunjukkan adanya pemotongan biaya pada Jumat, 16 Februari 2024.
"Buset sekarang admin BCA 10rebu!!??," tulis unggahan akun X @tanyarlfes, dikutip Senin (19/2).
Hingga pukul 14.49 WIB, unggahan tersebut telah di twit ulang sebanyak 3 ribu netizen dengan jumlah orang yang melihat mencapai 2,2 juta tayang.
Salah satu netizen yang membalas cuitan tersebut mengaku keberatan dengan kenaikan biaya admin tersebut. "Nangis, 10rb berharga buat gua," cuit akun @omb*qk.
"ANJIR?!! Kenapa naiiikk aku sebagai pelajar keberatan, pake bca biar duit aman, malah gak aman kepotong admin," cuit akun X @tired****.
Lantas, apakah benar biaya admin debit BCA naik?
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengumumkan akan melakukan penyesuaian biaya administrasi mulai 19 Januari 2024. Salah satunya, kenaikan biaya admin untuk rekening Tahapan Xpresi BCA.
Adapun kenaikan biaya admin Tahapan Xpresi BCA terbaru per 19 Januari 2024 naik sebesar Rp 2.500 menjadi Rp 10.000 per bulan dari sebelumnya Rp 7.500 per bulan.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, biaya admin yang berubah ini dilakukan untuk menjaga kualitas layanan kepada para nasabah.
Meski begitu, pihaknya memastikan bahwa biaya admin untuk jenis tabungan lainnya tidak mengalami perubahan. Meliputi, kartu Tahapan Xpresi BCA, Debit BCA Silver/Blue, Debit BCA Platinum, Debit BCA Gold, serta Tapres dan BCA Dollar.
"Perubahan biaya administrasi hanya berlaku untuk Tahapan Xpresi. BCA tidak mengubah biaya administrasi untuk jenis kartu lainnya," jelas Hera dalam keterangan resmi, dikutip Senin (19/2)
Lebih lanjut, dia memastikan bahwa biaya administrasi yang berlaku pada seluruh tabungan BCA sudah mencakup biaya lain seperti kartu.
"BCA juga menyediakan jenis tabungan dengan bebas biaya administrasi yaitu TabunganKu," tandasnya.