
Ilustrasi karyawan memantau pergerakan harga saham di salah satu Sekuritaa di Jakarta.
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup menguat dipimpin oleh saham- saham sektor infrastruktur.
IHSG ditutup menguat 27,66 poin atau 0,39 persen ke posisi 7.041,07. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,26 poin atau 0,14 persen ke posisi 925,39.
“Bursa Asia didominasi penurunan, pasar saham mengalami koreksi sejalan dengan sikap pelaku pasar yang cenderung menahan diri masuk ke pasar, karena menanti rilis data ekonomi berbagai negara-negara besar jelang akhir pekan ini, sehingga, pasar mengalami aksi tekan jual,” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Di sisi lain, data inflasi negara negara besar akan menjadi arah kebijakan moneter bank sentral, karena prospek kebijakan bank sentral telah menjadi faktor besar yang mendorong peningkatan risk appetite.
Berkurangnya tekanan inflasi telah mendukung pandangan bahwa banyak bank sentral telah selesai melakukan siklus pengetatan, dan ekspektasi penurunan suku bunga untuk tahun depan telah dimajukan.
Dari dalam negeri, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terus didorong untuk dapat naik kelas, sehingga bisa memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian, dan menyerap tenaga kerja lebih banyak.
Pemerintah kembali memberikan relaksasi, di mana Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan bahwa wajib pajak orang pribadi UMKM yang sudah memanfaatkan skema PPh Final 0,5 persen sejak 2018 masih tetap bisa menggunakan skema yang sama hingga tahun pajak 2024.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor meningkat yaitu dipimpin sektor infrastruktur sebesar 2,83 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor energi yang masing-masing naik sebesar 1,57 persen dan 1,09 persen.
Enam sektor turun yaitu sektor teknologi turun paling dalam minus 1,26 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor properti yang masing- masing turun sebesar 0,94 persen dan 0,65 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu GPSO, SQMI, TRIN, SEMA dan CUAN. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni STRK, NAYZ, HILL, MENN dan UNIQ.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.233.902 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,95 miliar lembar saham senilai Rp11,95 triliun. Sebanyak 249 saham naik, 276 saham menurun, dan 237 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 39,30 poin atau 0,12 persen ke 33.408,39, indeks Hang Seng melemah 170,92 poin atau 0,98 persen ke 17.354,14, indeks Shanghai menguat 6,85 poin atau 0,23 persen ke 3.038,55 indeks Strait Times melemah 20,48 poin atau 0,66 persen ke 3.065,94.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
