Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 September 2015 | 16.15 WIB

Menteri Susi Mana? KPPU Temukan Dugaan Monopoli di Rumput Laut

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Praktek kurang pantas tengah dimainkan pengusaha rumput laut. Diduga bisnis rumput laut di Nusa Tenggara Timur (NTT) terindikasi dimonopoli. Menurut Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) hasil penyelidikan ada dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat dalam tata niaga rumput laut.



KPPU menemukan indikasi monopoli di NTT yang selama ini menjadi lumbung produksi rumput laut nasional.



 ''KPPU menduga tata niaga rumput laut di wilayah Sumba Timur, NTT, dikuasai satu pelaku usaha yang menguasai penerimaan pasokan dan menjadi pembeli tunggal produk rumput laut,'' ujar Kepala Biro Investigasi, Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama KPPU Mohammad Reza kemarin (2/9).



Lebih miris lagi, izin usaha sang pemain tunggal ini difasilitasi dan ditandatangani kepala Badan Penanaman Modal dan Layanan Perizinan Kabupaten Sumba Timur, NTT.



Untuk itu, KPPU telah siap menyelidiki dugaan pelanggaran persaingan usaha tidak sehat tersebut. ''Apabila terbukti terjadi pelanggaran, KPPU akan bertindak tegas,'' ucapnya.



Nilai monopoli itu cukup besar karena NTT memproduksi sekitar 2,1 juta ton rumput laut per tahun atau sekitar 20 persen produksi nasional.



 ''KPPU siap menjatuhkan sanksi kepada pelaku usaha yang terbukti melakukan praktik monopoli. Kita juga akan memberikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah terkait yang memfasilitasi praktik monopoli itu,'' ungkapnya.



Rumput llaut ini salah satu komoditi yang disukai pasar luar negeri.  Lebih dari 80 persen diserap negara seperti  



Lebih dari 80 persen rumput laut Indonesia diekspor ke Tiongkok, Filipina, Korea Selatan (Korsel), serta beberapa negara Uni Eropa.



Data sementara di Kementerian Kelautan dan Perikanan, produksi rumput laut nasional pada 2014 mencapai 10,2 juta ton. ''Indonesia belum mampu mengolahnya menjadi produk turunan seperti makanan, farmasi, dan kosmetik,'' tuturnya. (jp/JPG)

Editor: Idham
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore