
Pameran Refrigerasi dan HVAC kembali digelar pada September nanti.
JawaPos.com – Sebagai negara maritim dengan kekayaan laut yang luas, jumlah makanan laut dan pengolahan makanan di Indonesia dianggap potensial. Kementrian Kelautan dan Perikanan semakin terdorong untuk lebih mengembangkan industri ini. Bahkan jumlah potensi penyimpanan makanan laut segar di dalam rantai pendingin mencapai 60 juta ton per tahun.
“Potensi cold storage untuk menyimpan makanan segar di Indonesia mencapai angka 60 juta ton per tahun. Nilai investasinya sekitar Rp 80 triliun," kata Chairman Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI) Hasanuddin Yasni dalam keterangan tertulis, Jumat (28/7).
Sementara Ketua Komite Tetap Industri Makanan dan Protein Kadin, Thomas Darmawan, mengingatkan besarnya potensi perikanan di Indonesia. Salah satu yang harus menjadi pusat perhatian adalah sistem pendinginan untuk ikan hasil tangkapan di kapal nelayan.
"Sesuai dengan program Nawa Cita dari Bapak Presiden Joko Widodo, sektor makanan dan energi menjadi sektor prioritas di tahun 2017 ini. Industri makanan sangat berkaitan erat dengan industri pendingin untuk membantu mempertahankan kualitas dari makanan,” ungkapnya.
Sehingga pameran teknologi Refrigerasi dan HVAC (Heating Ventilating and Air Conditioning), Refrigeration and HVAC Indonesia (RHVAC) kembali hadir untuk memberikan solusi terkait pada industri rantai pendingin, tata udara bangunan dan sektor komersial. Pameran ini diadakan bersamaan dengan International Indonesia Seafood and Meat Expo (IISM Jakarta) yang berfokus pada teknologi rantai pendingin makanan.
Jumlah peserta pameran yang berpartisipasi pada pameran tahun ini naik sebesar 20 persen dari tahun lalu. Pameran ini akan bekerjasama dengan 148 perusahaan dari 14 negara di antaranya Australia, India dan Belanda. Sebanyak 12 ribu pengunjung diperkirakan hadir di pameran yang akan diselenggarakan di Jakarta International Expo, Kemayoran dari tanggal 28-30 September 2017.
Dengan posisi Jakarta sebagai pusat perdagangan yang menghubungkan kegiatan bisnis di seluruh negara, para pebisnis dari Jakarta dan daerah lainnya serta para importir internasional membutuhkan sistem rantai pendingin yang lengkap. Dengan pertumbuhan industri Indonesia yang pesat di seluruh negara berkembang, para pelaku bisnis harus menyediakan operasi distribusi dan rantai pasokan end-to-end untuk mendukung pertumbuhan domestik yang kuat dan pergerakan perdagangan.
“Pameran ini menjadi ajang bagi para pelaku industri untuk membangun koneksi bisnis ke daerah yang lebih luas dari Jakarta ke seluruh daerah Indonesia maupun internasional,” tutup Managing Director dari Pelita Promo Internusa (PPI) Sofianto Widjaja, selaku penyelenggara.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
