
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi dalam launching BSI Gold, Kamis (28/11). (Agas Putra Hartanto/JawaPos.com)
JawaPos.com - Perekonomian global saat ini memang sedang berfluktuasi. Dipengaruhi ketegangan geopolitik dan tren suku bunga tinggi. Di tengah ketidakpastian ini, emas sebagai aset safe haven menjadi pilihan menarik bagi masyarakat Indonesia.
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi menjelaskan, permintaan emas batangan melonjak signifikan sejak 2022. Mengindikasikan bahwa masyarakat semakin sadar akan keunggulan investasi emas batangan dibandingkan dengan aset lainnya.
"Harga emas jauh lebih cepat naik dibandingkan tanah. Oleh karena itu, semakin banyak orang beralih ke emas sebagai instrumen investasi," ungkap Hery dalam dalam peluncuran BSI Gold di hotel bilangan Senayan, Kamis malam (28/11).
Bisnis emas perbankan saat ini, lanjut dia, hanya dapat dilakukan oleh BSI dan Pegadaian. Melalui produk nabung emas dan cicil emas, BSI memberikan berbagai kemudahan bagi nasabah yang ingin memiliki emas.
Rata-rata transaksi emas bank hasil merger tiga entitas Himbara itu mencapai Rp 1 triliun per bulan, yang berpotensi menghasilkan Rp 12 triliun per tahun. "Ini menjadi salah satu engine pertumbuhan BSI," ucap Hery.
Makanya, bank berkode emiten BRIS itu menggenjot produk emasnya tahun ini berupa logam emas batangan eksklusif. Berlogo BSI dengan karatase 99,99 persen berstandar SNI dan memperoleh rekomendasi kesesuaian syariah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Program tersebut juga bertujuan untuk mendorong pendalaman sektor keuangan syariah melalui industri emas untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Kami memahami bahwa terdapat tiga hal utama yang menjadi pertimbangan nasabah dalam membeli emas Batangan, yaitu trust, liquidity, dan pricing," jelas Hery.
Dari sisi bisnis logam mulia perseroan, hingga September 2024 total transaksi bisnis emas meningkat 60,5 persen secara tahunan. Khususnya produk BSI Cicil Emas secara tahunan naik 143 persen. Yang menandakan tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas.
Menurut Hery, program ini tidak hanya memberikan kesempatan masyarakat untuk melindungi asetnga. Tapi juga sebagai sarana untuk mendiversifikasi portofolio investasi secara efektif.
"Ke depan, dengan digitalisasi proses bisnis melalui Byond by BSI, portofolio emas BSI diharapkan tumbuh berkilau di atas 60 persen pada tahun 2025," harapnya.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
