Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Oktober 2024 | 16.00 WIB

Kiai Sili (Sebuah Otobiografi)

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS) - Image

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)

Menuju akhir masa jabatan pertamaku, aku mulai menyusun sebuah strategi. Aku mulai dengan lembaga yang akan menjadi pengganjalku untuk mendapatkan uang dalam mendanai rencana besar ini, lembaga pengawas korupsi. Sebagai kepala negara aku memiliki badan intelijen, nila di masa lalu pemimpin lembaga itu sangat mudah ditemukan. Lembaga itu segera kulibas. Tentu saja kulakukan atas nama kepentingan bersama, para pejabat dan anggota parlemen.

Perempuan itu kembali merestuiku sebagai calon kepala negara periode kedua. Kali ini lawanku menggunakan sentimen agama untuk menyerang, yang kuatasi dengan memilih ulama paling berpengaruh sebagai wakilku. Lagi-lagi, warga miskin menyumbang dana kampanye dengan sukarela.

Setelah terpilih kali kedua, aku mulai meletakkan orang-orangku di berbagai lembaga negara, mengubah sistem menjadi sistem yang mendukungku, membuat pengaruh perempuan paro baya itu memudar. Bahkan aku sudah menyiapkan penerus yang akan meneruskan kekuasaanku. Meski tidak menjadi kepala negara, akulah penguasa yang sesungguhnya.

Satu-satunya masalah muncul di akhir masa jabatanku, di mana seorang pemuda bernama Winara, cucu seorang reje di kaki gunung Burni Telong, tiba-tiba muncul dan menudingku seorang penipu. Beberapa orang tolol dan miskin lainnya mulai ikut campur dan menudingku melakukan hal sama. Mereka mulai unjuk rasa.

Aku tidak menanggapi mereka dengan serius, toh sistem dan lembaga negara sudah kukuasai. Aku menjawab dengan enteng setiap tuduhan yang ditimpakan kepadaku, sampai orang-orang mendatangi istana negara dan parlemen.

Aku memutuskan menemui mereka dan menjawab semua tuduhan seperti biasa.

Kenapa menjual aset negara? Kenapa mengizinkan ekspor pasir? Kenapa mencurangi pemilu? Kenapa? Kenapa? Mereka semakin banyak seperti dua ratus jenis marabunta bersiap menggigitku, mendadak lidahku kelu. Suaraku yang keluar, eee… eehh … Mbohh! Aku kembali ke wujud lamaku, seekor sapi! (*)

---

IDA FITRI, Lahir di Bireun 1981. Novel terbarunya Paya Nie (Marjin Kiri, 2024).

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore