
Jaya Raya gagal mempertahankan gelar juara Kejurnas PBSI.
JawaPos.com - Jaya Raya Jakarta gagal mempertahankan gelar juara beregu campuran Kejuaraan Nasional PBSI. Di partai final, mereka dikalahkan oleh unggulan pertama Djarum Kudus, dengan skor telak 0-3 di GOR Sritex Solo, Sabtu (10/12).
Djarum Kudus memenangkan tiga partai pertama yang dimainkan yaitu ganda campuran, tunggal putra, dan ganda putra.
Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto mengalahkan Alfian Eko Prasetya/Greysia Polii dengan skor 21-13, 21-15. Di partai kedua, tunggal putra Ihsan Maulana Mustofa menundukkan Krisna Adi Nugraha dengan dua game langsung, 22-20, 21-14.
Pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi penentu kemenangan tim Djarum Kudus dengan memetik kemenangan atas Hendra Setiawan/Angga Pratama dengan skor 21-19, 21-15.
Menanggapi hal ini, manajer tim Jaya Raya Jakarta Imelda Wiguna mengatakan bahwa tim Djarum Kudus memang diatas kertas lebih unggul dengan kekuatan pemain yang merata.
“Pada kenyataannya, Djarum Kudus kali ini materi pemainnya bagus banget. Kami tim Jaya Raya dari dulu memang masih lemah di tunggal putra. Namun melihat Krisna main seperti tadi, kami merasa dia ada kemajuan,” ucap Imelda yang merupakan mantan pemain era 1980-an.
“Semoga dua tahun kedepan ada klub-klub lain yang lebih bagus dari Jaya Raya dan Djarum. Untuk regenerasi, kita memang mesti kerja keras, bukan cuma untuk Jaya Raya saja, tetapi juga untuk Indonesia. Sebetulnya banyak bibit-bibit di Indonesia, tetapi bagaimana penanganan mereka,” tambah Imelda.
Imelda mengakui bahwa tim Jaya Raya Jakarta sedikit terlambat dalam program perekrutan pemain sejak beberapa tahun silam. Namun ia dan timnya sudah punya program andalan demi menggenjot roda regenerasi.
“Kalau kendala tim Jaya Raya ada di regenerasinya, kami ketinggalan di perekrutan pemain. Sedangkan Djarum melakukan audisi hampir di seluruh Indonesia, jadi kami nggak kebagian, ha ha ha,” ujar Imelda mengakui.
“Akan tetapi, dalam dua tahun ini kami punya program dan gebrakan baru yang tidak sama dengan klub lain. Tentu hasilnya tidak bisa cepat, butuh waktu. Di Sirkuit Nasional 2016 kami sudah tiga kali menjadi juara umum, sebetulnya sudah kelihatan peningkatan di pemain-pemain muda,” tandasnya. (ira/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
