Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 April 2025 | 02.30 WIB

Manurung: Sebuah Montase, Novel Karya Goenawan Mohamad

Sastrawan Goenawan Mohamad menjadi pembicara dalam diskusi buku BJ. Habibie: Di Tengah Arus Transformasi Politik Indonesia Karya R. William Liddle di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Sastrawan Goenawan Mohamad menjadi pembicara dalam diskusi buku BJ. Habibie: Di Tengah Arus Transformasi Politik Indonesia Karya R. William Liddle di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Di pihak lain, kritik terhadap program sosialisme dan komunisme partai bermunculan dalam percakapan para tokoh, juga dalam momen intim abang-adik atau sebelum atau setelah percintaan dengan kekasih. Itu membuat percakapan filosofis intelektual terjalin secara lembut, tidak memaksa, bahkan dengan rasa sendu. Seperti antara Yosef dan Renatka, yang menjadi aktivis anti kebengisan Partai Komunis Cekoslovakia.

“Komunisme dan kapitalisme mendapatkan porsi kritik. Di sana-sini kita bisa menemukan Catatan Pinggir hadir kembali, seperti dalam kutipan yang mengkritik sistem borjuis-kapitalis maupun sosialis-komunis yang menekankan rencana dan ketertiban,” tuturnya. 

GM yang hadir secara langsung mengaku senang dengan peluncuran kali ini. Sebab, ada sesi pembacaan petikan novel yang seolah membuatnya hidup kembali.

“Buku ini butuh riset yang sangat intensif, bahkan Bekasi saya riset,” katanya disambut gelak tawa dan tepuk tangan. 

Dia mengaku bahkan hampir “tobat” menulis buku ini. Hal ini lantaran saat proses menulis, dia juga tengah mengerjakan project seni lukisnya. Belum lagi, saat itu, dia sedang jengah dengan politik. “Karena saya sedang tidak tertarik dengan politik, lebih tepatnya saya muak,” ujarnya dan kembali mendapat sambutan tawa.

Ia pun bercerita, dalam penulisan novel keduanya ini, banyak pihak yang membantu. Salah satunya, istri dari temannya yang lama tinggal di Eropa dan mengalami situasi yang mirip dengan tokohnya. 

Dia turut mengenang awal mula suka menulis novel riset. Menurut dia, ini terjadi setelah ada kritik dari orang Amerika yang mengatakan novel Indonesia tidak pernah riset. Hanya terpesona alur dan tema. 

GM sendiri mulai menulis novel di usia lanjut. Novel pertamanya, Surti + Tiga Sawunggaling, diterbitkan tahun 2018, saat ia berusia 77 tahun. Novel keduanya, Manurung: Sebuah Montase, terbit tahun ini ketika dirinya berumur 84 tahun. (mia)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore