
Sastrawan Goenawan Mohamad menjadi pembicara dalam diskusi buku BJ. Habibie: Di Tengah Arus Transformasi Politik Indonesia Karya R. William Liddle di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Di pihak lain, kritik terhadap program sosialisme dan komunisme partai bermunculan dalam percakapan para tokoh, juga dalam momen intim abang-adik atau sebelum atau setelah percintaan dengan kekasih. Itu membuat percakapan filosofis intelektual terjalin secara lembut, tidak memaksa, bahkan dengan rasa sendu. Seperti antara Yosef dan Renatka, yang menjadi aktivis anti kebengisan Partai Komunis Cekoslovakia.
“Komunisme dan kapitalisme mendapatkan porsi kritik. Di sana-sini kita bisa menemukan Catatan Pinggir hadir kembali, seperti dalam kutipan yang mengkritik sistem borjuis-kapitalis maupun sosialis-komunis yang menekankan rencana dan ketertiban,” tuturnya.
GM yang hadir secara langsung mengaku senang dengan peluncuran kali ini. Sebab, ada sesi pembacaan petikan novel yang seolah membuatnya hidup kembali.
“Buku ini butuh riset yang sangat intensif, bahkan Bekasi saya riset,” katanya disambut gelak tawa dan tepuk tangan.
Dia mengaku bahkan hampir “tobat” menulis buku ini. Hal ini lantaran saat proses menulis, dia juga tengah mengerjakan project seni lukisnya. Belum lagi, saat itu, dia sedang jengah dengan politik. “Karena saya sedang tidak tertarik dengan politik, lebih tepatnya saya muak,” ujarnya dan kembali mendapat sambutan tawa.
Ia pun bercerita, dalam penulisan novel keduanya ini, banyak pihak yang membantu. Salah satunya, istri dari temannya yang lama tinggal di Eropa dan mengalami situasi yang mirip dengan tokohnya.
Dia turut mengenang awal mula suka menulis novel riset. Menurut dia, ini terjadi setelah ada kritik dari orang Amerika yang mengatakan novel Indonesia tidak pernah riset. Hanya terpesona alur dan tema.
GM sendiri mulai menulis novel di usia lanjut. Novel pertamanya, Surti + Tiga Sawunggaling, diterbitkan tahun 2018, saat ia berusia 77 tahun. Novel keduanya, Manurung: Sebuah Montase, terbit tahun ini ketika dirinya berumur 84 tahun. (mia)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
