
COVER BUKU
---
Dangdut koplo yang mewakili beragam identitas ternyata juga dapat meneropong relasi kuasa dalam produksi budaya.
DANGDUT koplo dikenal sebagai musik merakyat dan populis yang dipentaskan dari panggung ke panggung. Juga dibesarkan dalam suatu ekosistem yang khas.
Dangdut koplo yang mewakili beragam identitas ternyata juga dapat meneropong relasi kuasa dalam produksi budaya. Buku ini menunjukkan dangdut koplo sebagai suatu medan pertarungan wacana, alat untuk meraih kuasa dan pengaruh. Intrik dan konflik dalam suatu ekosistem dangdut koplo tidak dapat dihindarkan.
Pertarungan wacana musik dangdut koplo berlangsung riuh. Sebagaimana dicatat oleh Irfan R. Darajat, ada pihak yang sampai melabeli dangdut koplo bukanlah dangdut yang sebenarnya.
Helatan dangdut koplo juga dipandang sebagai pertunjukan penuh goyangan liar yang merusak moral. Musiknya dinilai keluar dari pakem dangdut dan proses produksinya dipandang terlalu dekat dengan pembajakan.
Dalam kerangka perebutan kuasa musik dangdut, suatu pihak menyusun wacana dominan dan menekan pihak lain. Dangdut menjelma suatu teks yang memproduksi kemapanan dominasi wacana atas identitas musik, persoalan moralitas, dan masalah legalitas. Sementara itu, pihak lain mengajukan dangdut koplo sebagai suatu wacana lain untuk menolak tunduk pada wacana dominan tentang musik dangdut yang dinilai murni dan luhur.
Irfan dengan tekun menelusuri musik dangdut koplo sebagai suatu teks dan situs perseteruan wacana. Di dalamnya, ada konteks sosial dan politik yang turut serta memberi dinamika.
Ia menemukan teks-teks pencekalan Rhoma Irama kepada Inul Daratista dan kawan-kawan. Teks-teks tersebut menyampaikan suatu wacana besar dari Rhoma Irama terhadap dangdut koplo dalam perihal identitas, wacana moralitas, dan wacana legalitas.
Buku ini menggunakan telaah analisis wacana kritis untuk menunjukkan bagaimana kekuasaan bekerja di wilayah teks, praktik diskursif, dan praksis sosial. Di dalamnya ditelusuri bagaimana suatu otoritas budaya bekerja untuk menentukan bahwa suatu musik dapat disebut sebagai dangdut dan mana yang bukan, mana musik yang punya akar asli Indonesia dan mana yang tidak.
Rhoma Irama mewakili otoritas musik dangdut arus utama, menjelma raja dangdut yang popularitasnya tak terbendung. Sementara itu, kelahiran dangdut koplo ditandai oleh kemunculan Inul Daratista dengan segala kontroversinya pada 2003. Dangdut koplo kemudian tumbuh dari panggung ke panggung dan menjelma sebagai wacana alternatif atas wacana dominan dangdut dalam industri musik arus utama.
Dalam hal identitas, rezim Rhoma Irama berusaha mengaitkan musik dangdut dengan musik Melayu dari Deli. Musik Melayu Deli disebutnya berakar pada era Kesultanan Deli yang lalu diturunkan oleh beragam orkes Melayu pada era 1950-an dan 1960-an.
Rhoma berusaha mengaitkan musik yang dibawakannya pada era 1970-an itu memiliki akar identitas yang murni dan Islami. Hal ini sebagai legitimasi bahwa musik-musiknya berakar pada budaya luhur bangsa sendiri.
Di wilayah moralitas, Rhoma dkk menilai dangdut koplo dan goyangan Inul dkk telah mencederai musik dangdut, mengundang berahi, dan merusak moral bangsa. Tidak hanya goyangan erotis, lirik syair lagu dan irama musik dangdut koplo juga dinilai mengarah kepada pornografi dan cabul.
Dalam suatu pertemuan, Rhoma berbisik kepada Inul, ”Tahu nggak kamu, kemarin di TV ada seseorang yang memerkosa anak karena ia baru saja melihat VCD-mu!”
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
