
Photo
Bukan hanya kental dengan keagamaan dan feminisme, buku ini juga membawa nilai keberagaman Indonesia dan isu perempuan dalam lingkup internasional.
---
MEMAHAMI perempuan memang tidak semudah membaca panduan yang sistematis. Menulis tentang pengalaman perempuan oleh perempuan, apalagi. Dalam pendekatan feminisme, pengalaman satu orang perempuan dipahami sama pentingnya bagi kebenaran. Artinya, jika ada perempuan yang merasa tertekan dengan adanya standar sosial tertentu, begitulah memang kenyataan yang terjadi.
Lantas, apakah jika seperti itu keadaan sosial dan stigmatisasi yang muncul tidak dapat dikompromikan? Kalis mencoba melihat fenomena tersebut dalam pandangan kekhasannya yang menggunakan pendekatan agama dan feminitas yang pop. Jika dalam dua buku sebelumnya, Muslimah yang Diperdebatkan dan Hijrah Jangan Jauh-Jauh, Nanti Nyasar!, gaya penulisan Kalis lebih ”galak” dan blak-blakan, pada buku kali ini agak berbeda.
Buku dengan nuansa jingga dan merah muda di bagian sampulnya ini membawa Kalis yang lebih dewasa dan hangat. Sister Fillah, You’ll Never be Alone merupakan buku yang akan membawa pembacanya merasa tidak lagi khawatir berjalan dalam pilihan hidupnya meskipun rongrongan standar sosial dalam membentuk kepantasan perempuan semakin riuh.
Buku ini dimulai dengan mengalamatkan kesadaran perempuan dan menjadikan kalimat di dalamnya menjelaskan eksistensi perempuan sebagai makhluk yang utuh. Pembaca juga akan menemui berbagai perempuan yang memiliki kisah personal dengan Kalis dalam berbagai kesempatan langsung maupun tidak langsung.
Pada Sister Fillah, You’ll Never be Alone, pembaca akan dibawa untuk melihat realitas akan perempuan dari keseharian. Misalnya ketika Kalis mengingatkan bagaimana perempuan dan posisi sosial yang selalu menjadi diskursus publik daripada mencari kesesuaian atas eksistensi dirinya sendiri, ”…mana yang lebih baik bagi perempuan, apakah di rumah atau di ruang publik?”
Atau, masih bertanya, bagaimana agar perempuan yang bekerja di luar tidak jadi perempuan yang kebablasan? Seolah-olah dua pertanyaan itu hanya bisa diajukan untuk perempuan saja (halaman 8). Sepenggal kalimat tersebut menggambarkan bagaimana sebenarnya perdebatan tentang posisi perempuan masih dirasa tepat untuk dibahas publik daripada perempuan sendiri.
Terdapat dua puluh satu bagian isi buku ini yang berupa tulisan-tulisan pendek. Bukan hanya kental dengan keagamaan dan feminisme, buku ini juga membawa nilai keberagaman Indonesia dan mencakup pula isu perempuan dalam lingkup internasional.
Menarik ketika Kalis melihat sejarah perempuan Indonesia tapi dari narasi bahwa memang sejak dulu perempuan Indonesia biasa dengan berbagai aktualisasi diri dengan berkegiatan di luar rumah. Misalnya ketika masih biasa melihat perempuan pergi ke ladang atau bahkan ke laut.
Namun, semakin berkembangnya zaman, yang terjadi adalah bentuk ketatnya standar perempuan dengan adanya pembatasan. Ditambah lagi ketika narasi ini dibahas dengan fenomena berpakaian muslimah yang dalam beberapa kesempatan dipahami dan diberi label.
Sedangkan sejak awal, tradisi berpakaian muslimah memang tidak populer di Indonesia. Kalis memberi pembacanya kesempatan untuk membayangkan beberapa sindiran satire dalam bukunya pada bagian ini.
Seperti kekhasan buku sebelumnya, Kalis juga memberikan kutipan dengan grafis yang sederhana. Siap untuk menjadi bahan update media sosial dengan pesan yang baik untuk disebarkan.
Seperti judulnya, buku ini menawarkan kehangatan saudara perempuan kepada perempuan lainnya. Tentang dukungan dan semangat untuk bangkit bersama.
Buku ini juga jelas menyatakan bahwa musuh utama perempuan bukanlah laki-laki, melainkan patriarki. Bahwa musuh perempuan juga bisa perempuan lain. Karena itu, penting untuk dipahami, feminisme bukanlah memusuhi laki-laki, melainkan patriarki. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
