Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 April 2020 | 23.47 WIB

Realitas Eksistensi Perempuan dalam Narasi Hangat ”Sister Fillah”

Photo - Image

Photo

Bukan hanya kental dengan keagamaan dan feminisme, buku ini juga membawa nilai keberagaman Indonesia dan isu perempuan dalam lingkup internasional.

---

MEMAHAMI perempuan memang tidak semudah membaca panduan yang sistematis. Menulis tentang pengalaman perempuan oleh perempuan, apalagi. Dalam pendekatan feminisme, pengalaman satu orang perempuan dipahami sama pentingnya bagi kebenaran. Artinya, jika ada perempuan yang merasa tertekan dengan adanya standar sosial tertentu, begitulah memang kenyataan yang terjadi.

Lantas, apakah jika seperti itu keadaan sosial dan stigmatisasi yang muncul tidak dapat dikompromikan? Kalis mencoba melihat fenomena tersebut dalam pandangan kekhasannya yang menggunakan pendekatan agama dan feminitas yang pop. Jika dalam dua buku sebelumnya, Muslimah yang Diperdebatkan dan Hijrah Jangan Jauh-Jauh, Nanti Nyasar!, gaya penulisan Kalis lebih ”galak” dan blak-blakan, pada buku kali ini agak berbeda.

Buku dengan nuansa jingga dan merah muda di bagian sampulnya ini membawa Kalis yang lebih dewasa dan hangat. Sister Fillah, You’ll Never be Alone merupakan buku yang akan membawa pembacanya merasa tidak lagi khawatir berjalan dalam pilihan hidupnya meskipun rongrongan standar sosial dalam membentuk kepantasan perempuan semakin riuh.

Buku ini dimulai dengan mengalamatkan kesadaran perempuan dan menjadikan kalimat di dalamnya menjelaskan eksistensi perempuan sebagai makhluk yang utuh. Pembaca juga akan menemui berbagai perempuan yang memiliki kisah personal dengan Kalis dalam berbagai kesempatan langsung maupun tidak langsung.

Pada Sister Fillah, You’ll Never be Alone, pembaca akan dibawa untuk melihat realitas akan perempuan dari keseharian. Misalnya ketika Kalis mengingatkan bagaimana perempuan dan posisi sosial yang selalu menjadi diskursus publik daripada mencari kesesuaian atas eksistensi dirinya sendiri, ”…mana yang lebih baik bagi perempuan, apakah di rumah atau di ruang publik?”

Atau, masih bertanya, bagaimana agar perempuan yang bekerja di luar tidak jadi perempuan yang kebablasan? Seolah-olah dua pertanyaan itu hanya bisa diajukan untuk perempuan saja (halaman 8). Sepenggal kalimat tersebut menggambarkan bagaimana sebenarnya perdebatan tentang posisi perempuan masih dirasa tepat untuk dibahas publik daripada perempuan sendiri.

Terdapat dua puluh satu bagian isi buku ini yang berupa tulisan-tulisan pendek. Bukan hanya kental dengan keagamaan dan feminisme, buku ini juga membawa nilai keberagaman Indonesia dan mencakup pula isu perempuan dalam lingkup internasional.

Menarik ketika Kalis melihat sejarah perempuan Indonesia tapi dari narasi bahwa memang sejak dulu perempuan Indonesia biasa dengan berbagai aktualisasi diri dengan berkegiatan di luar rumah. Misalnya ketika masih biasa melihat perempuan pergi ke ladang atau bahkan ke laut.

Namun, semakin berkembangnya zaman, yang terjadi adalah bentuk ketatnya standar perempuan dengan adanya pembatasan. Ditambah lagi ketika narasi ini dibahas dengan fenomena berpakaian muslimah yang dalam beberapa kesempatan dipahami dan diberi label.

Sedangkan sejak awal, tradisi berpakaian muslimah memang tidak populer di Indonesia. Kalis memberi pembacanya kesempatan untuk membayangkan beberapa sindiran satire dalam bukunya pada bagian ini.

Seperti kekhasan buku sebelumnya, Kalis juga memberikan kutipan dengan grafis yang sederhana. Siap untuk menjadi bahan update media sosial dengan pesan yang baik untuk disebarkan.

Seperti judulnya, buku ini menawarkan kehangatan saudara perempuan kepada perempuan lainnya. Tentang dukungan dan semangat untuk bangkit bersama.

Buku ini juga jelas menyatakan bahwa musuh utama perempuan bukanlah laki-laki, melainkan patriarki. Bahwa musuh perempuan juga bisa perempuan lain. Karena itu, penting untuk dipahami, feminisme bukanlah memusuhi laki-laki, melainkan patriarki. (*)

 




Judul buku: Sister Fillah, You’ll Never be Alone
Penulis: Kalis Mardiasih
Penerbit: Qanita-Mizan
Terbit: April/Mei 2020
Tebal: 126 halaman




GITA ARDI LESTARI

Feminis, Sobat Ambyar, dan peneliti di Center for International Law Studies FHUI

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore