
Warga berbelanja kebutuhan di salah satu gerai ritel modern di kawasan Depok, Jawa Barat, Jumat (3/1
JawaPos.com – Fenomena penutupan sejumlah gerai ritel belakangan ini kerap memunculkan anggapan bahwa bisnis ritel sedang terpuruk. Namun demikian, penutupan gerai tidak selalu berarti perusahaan ritel bangkrut atau menghentikan usahanya.
Menurut Founder & Chairman Affiliation Global Retail Association (AGRA) Roy Nicolas Mandey, dalam banyak kasus, perusahaan justru masih melanjutkan dan mengembangkan bisnisnya. Penutupan gerai dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk memindahkan investasi ke lokasi yang dinilai lebih potensial.
"Jadi pertama tentunya penutupan ritel itu bukan hanya karena korporasinya bangkrut atau tutup ya, tapi korporasinya justru masih mau tetap melanjutkan usaha, tetap mau mengembangkan usaha," kata Roy kepada JawaPos.com, Senin (1/6).
Dia menjelaskan, setiap perusahaan ritel memiliki model bisnis dan peta jalan (Roadmap) pengembangan usaha. Karena itu, keberadaan sebuah gerai akan dievaluasi berdasarkan produktivitas wilayah tempat gerai tersebut beroperasi.
Roy mencontohkan, sebuah gerai bisa ditutup ketika kawasan di sekitarnya mengalami perubahan fungsi, seperti beralih menjadi kawasan industri, atau ketika jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut menurun.
"Dan alasan pertama adalah ketika daerah tersebut sudah berubah peruntukannya, atau daerah tersebut sudah berkembang menjadi daerah industri, ataupun juga daerah tersebut kemudian penduduk demografinya berkurang," ujarnya.
Selain faktor lokasi, perubahan perilaku konsumen juga menjadi salah satu penyebab utama. Saat ini masyarakat dinilai semakin selektif dalam berbelanja dan lebih fokus memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Jadi, mereka berbelanja sesuai dengan kebutuhan pokoknya atau sehari-harinya, tidak ada impulse buying lagi, tidak ada pembelian yang tidak direncanakan. Kemudian mereka juga lebih sensitif terhadap harga misalnya, mereka juga sangat sensitif untuk membandingkan harga," jelas Roy.
Mantan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) itu menambahkan, perlambatan konsumsi kelompok menengah turut memberikan tekanan bagi industri ritel modern. Padahal, kelompok menengah selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan transaksi ritel.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
