
Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda Indonesia) melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (17/9/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Mayoritas pengemudi ojek online (ojol) lebih memilih potongan komisi 20% yang disertai promo dan insentif ketimbang potongan 10% tanpa manfaat tambahan. Hal itu terungkap dalam survei Paramadina Public Policy Institute (PPPI) terhadap 1.623 mitra pengemudi Gojek aktif di enam kota besar Indonesia.
Survei yang dilakukan pada 23–26 September 2025 itu menunjukkan 60,8% responden mendukung skema potongan 20% karena dianggap kembali dalam bentuk promo pelanggan, insentif pengemudi, serta manfaat tambahan seperti diskon perawatan kendaraan, paket data, hingga sembako. Sementara 39,2% responden lebih memilih potongan 10% tanpa fasilitas tambahan.
Managing Director PPPI Ahmad Khoirul Umam menilai temuan ini memberi perspektif baru dalam perdebatan publik terkait potongan komisi.
“Secara umum, pengemudi ternyata tidak semata-mata menolak potongan komisi 20%. Mayoritas memahami komisi itu akan kembali lagi kepada mereka melalui promo dan insentif,” ujarnya, Rabu (1/10).
Survei juga menemukan bahwa 81% pengemudi menilai stabilitas pendapatan bersih harian lebih penting dibandingkan pendapatan bersih per order.
Selain itu, 72,9% responden menilai promo pelanggan sangat penting untuk menunjang penghasilan, terutama bagi mereka yang aktif lebih dari delapan jam per hari.
Peneliti PPPI Annisa Rizkiayu Leofianti menambahkan, 77,8% pengemudi yang didominasi mitra berpengalaman di atas lima tahun memahami alasan penetapan potongan 20% oleh aplikator. Namun, sekitar 22,2% responden mengaku tidak mengetahui peruntukannya.
“Industri transportasi online sudah menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi digital. Karena itu ekosistemnya harus dijaga agar adil bagi pengemudi sekaligus berkelanjutan bagi bisnis,” kata Annisa.
Menurut data ITB, pada 2022 industri transportasi online menyumbang Rp382,62 triliun atau 2% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Tim peneliti PPPI menekankan pentingnya kebijakan yang seimbang agar sektor ini tetap memberi kontribusi besar bagi perekonomian sekaligus menjadi instrumen kesejahteraan bagi pengemudi, aplikator, dan konsumen.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
