
Petugas melintas di depan layar yang menampilkan informasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/4). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan Jumat (3/4), ditutup positif. IHSG naik 91 poin (2%) ke level 4.623. FOTO : FEDRI
JawaPos.com - Harga saham dua emiten pelat merah di sektor kesehatan, yakni PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) meroket hari ini, Rabu (22/7). Bahkan pergerakan saham keduanya menyentuh batas atas maksimal kenaikan harian atau auto rejection atas sebesar 25 persen.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia, pergerakan saham INAF menguat 24,92 persen di level Rp 1.880 per saham dengan nilai transaksi Rp 29,33 miliar dan volume perdagangan 16,21 juta saham. Sedangkan saham KAEF meroket 24,78 persen di level Rp 2.140 per saham dengan nilai transaksi Rp 144,9 miliar dan volume perdagangan 70,22 juta saham.
Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, melambungnya kedua harga saham tersebut tidak terlepas dari perusahaan induk (holding) BUMN Farmasi PT Bio Farma (Persero), induk KAEF dan INAF yang tengah mempersiapkan uji klinis tahap 3 pada vaksin Covid-19.
"Itu yang naik kencang KAEF lebih ke sentimen vaksin. Apalagi Bio Farma sudah bekerja sama dengan perusahaan Tiongkok. Jadi, datang vaksinnya," ujarnya saat dihubungi oleh JawaPos.com, Rabu (22/7).
Seperti diketahui, Bio Farma akan menggunakan 2.400 vaksin Sinovac dari Tiongkok yang tiba 19 Juli 2020, untuk awal uji klinis tahap 3 yang akan mulai dilakukan pada Agustus. "KAEF juga bekerja sama dengan perusahaan Rusia juga kan," ucapnya.
Meskipun demikian, Hans Kwee menyebut, meroketnya saham INAF dan KAEF hanyalah berlangsung dalam jangka pendek. Sebab, hal itu hanya respons psikologis investor yang sangat berharap masa pandemi Covid-19 dapat diakhiri dengan keberadaan vaksin.
Menurutnya, dalam proses pengembangan vaksin Covid-19 sendiri membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sebab, sekelas perusahaan negara maju seperti Amerika Serikat (AS) saja menyatakan paling cepat akhir tahun ini baru dapat diproduksi secara masal.
"Ini sentimen positif jangka pendek. Butuh waktu, prosesnya panjang. Kalau kita lihat AS mereka perkirakan Desember baru bisa diproduksi masal," pungkasnya.
https://www.youtube.com/watch?v=boFClQoEZr4
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022