
Ilustrasi armada pengiriman JNE
JawaPos.com - Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo), Mohamad Feriadi mengatakan, wabah virus korona turut mempengaruhi indutri jasa pengiriman. Feriadi mengaku, volume pengiriman mengalami penurunan. Namun, permintaan pengiriman alat kesehatan cenderung meningkat.
"Kondisi volume kiriman tentu pengaruh sekali bagi industri jasa pengiriman akibat Covid 19 ini. Tiap perusahaan pasti memiliki angka yang berbeda-beda," ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (21/3).
Merespons kondisi ini, asosiasi pun menerbitkan protokol bagi anggotanya. Dia menyebut, semua anggotanya mengikuti arahan dan seruan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah setempat.
Dia menerapkan kebijakan, karyawan yang memasuki area kerja harus dites suhu badannya. Selain itu, anggota asosiasi juga diminta menyiapkan hand sanitizer di kantor.
"Buat petugas kurir wajib mengenakan masker, membawa hand sanitizer, dan sarung tangan," tutur Presiden Direktur JNE itu.
Salah satu perusahaan pengiriman ekspres Anteraja mengaku tetap melakukan pelayanan antar barang dan beroperasi dengan normal. Meski begitu VP Operations Anteraja Jimmi Krismiadhi mengatakan, pihaknya melakukan berbagai langkah preventif di setiap kegiatan operasional.
Langkah preventif dilakukan mulai dari proses pick up, sorting di gudang, hingga pengiriman paket kepada customer. Perusahaan juga melakukan penyemprotan disinfentan di seluruh fasilitas operasional.
"Para karyawan yang sedang bertugas juga dibekali masker dan sarung tangan untuk mencegah adanya penyebaran virus," ujarnya dalam keterangannya kepada JawaPos.com, Jumat (20/3).
Jimmi memahami kondisi masyarakat yang mobilitasnya menjadi sangat terbatas akibat wabah Covid-19 ini. Maka dari itu, usaha jasa pengiriman harus bekerja ekstra.
"Kami imbau masyarakat untuk tetap di rumah dan mempercayakan kebutuhan pengiriman kepada kami. Penjemputan paket sudah menjadi salah satu keunggulan kami, sehingga di tengah situasi seperti ini kami ingin sekali lebih memudahkan masyarakat," tuturnya.
Guna mendukung upaya pemerintah menekan mobilitas masyarakat, Anteraja juga menawarkan pengiriman gratis melalui aplikasi Anteraja. Upaya serupa juga dilakukan Ninja Xpress Indonesia.
Country Head Ninja Xpress Indonesia Ignasius Eric Saputra memperluas jangkauan wilayah layanan on-demand kerja sama dengan GrabExpress. Dari semula hanbya menjangkau Pulau Jawa menjadi ke seluruh wilayah Indonesia.
"Ninja Xpress telah memberikan edukasi mengenai pencegahan penularan virus melalui setiap station, melakukan pengecekan suhu tubuh setiap memulai aktivitas, dan menyediakan cairan disinfektan di setiap station guna meminimalisasi penularan," katanya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
