
Direktur Marketing & Supply Chain SIG, Adi Munandir dalam peluncuran logo baru PT Semen Indonesia Tbk di JCC Jakarta, Selasa (11/2). (Istimewa)
JawaPos.com – Menghadapi persaingan yang semakin ketat di pasar semen dalam negeri dan manca negara, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk tampil dengan semangat baru lewat peluncuran logo perusahaan yang baru, Selasa (11/2). Rebranding itu sekaligus menandai revolusi bisnis perseroan dari perusahaan persemenan menjadi penyedia solusi bahan bangunan. Transformasi tersebut bakal memperkuat daya saing Semen Indonesia di tingkat regional.
Kini Semen Indonesia berganti nama menjadi Semen Indonesia Group (SIG). Logonya juga baru. Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso menjelaskan bahwa logo SIG merepresentasikan transformasi bisnisnya. ”Penggantian logo merupakan bagian dari transformasi untuk memberikan solusi bahan bangunan yang inovatif, terbaru, dan bernilai tambah,” ujarnya dalam corporate rebranding PT Semen Indonesia.
Hendi berharap transformasi dan inovasi tersebut bisa mendorong pertumbuhan sektor industri bahan bangunan. ”Kami mampu menjadi pionir dalam industri building material yang memberdayakan stakeholder dalam menciptakan sustainable living,” tambahnya.
Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia Sigit Wanono menegaskan bahwa transformasi bisnis juga menjawab kebutuhan konsumen. ”Perseroan kini telah menjadi contoh penyedia solusi bahan bangunan yang ramah lingkungan,” katanya sepeti dikutip Jawa Pos, Rabu (12/2).
Industri semen juga menjadi salah satu yang tahun lalu harus menghadapi tantangan berat. Data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menyebutkan bahwa penjualan semen melambat pada 2019. Tahun lalu total penjualan semen RI mencapai 76,1 juta ton atau naik 1,2 persen dari tahun sebelumnya (yoy).
Oversupply juga masih menjadi momok industri persemenan nasional. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan bahwa pasokan semen nasional berlebih. Tepatnya, kelebihan pasokan sebanyak 37 persen atau 40,9 juta ton dari kebutuhan nasional.
Staf ahli Kementerian PUPR A. Gani Ghazaly Akman menjelaskan bahwa produksi semen nasional terus meningkat, sedangkan distribusi tidak merata ke seluruh wilayah Indonesia. Itulah yang mengakibatkan terjadinya oversupply.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
