Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Desember 2018 | 19.22 WIB

Menagih Program Tol Laut Jokowi-JK, Gimana Realisasinya Saat Ini?

Ilustrasi sebuah kapal milik Pelni yang disiapkan khusus untuk mengangkut barang dari satu wilayah ke wilayah lainnya secara terjadwal. - Image

Ilustrasi sebuah kapal milik Pelni yang disiapkan khusus untuk mengangkut barang dari satu wilayah ke wilayah lainnya secara terjadwal.


Meski begitu, okupansi Pelni terbilang lebih baik ketimbang saat mulai merintis trayek tol laut. Pada 2015, okupansi kapal Pelni sekitar 20-25 persen. Tahun-tahun berikutnya, pelan-pelan meningkat, hingga akhirnya mencapai 90 persen pada 2017.


"Untuk itu, pengembangan trayek tol laut harus diiringi dengan pengembangan dikawasan timur untuk menunjang optimalisasi Tol Laut tadi," kata Ketua Indonesian National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto kepada JawaPos.com, Kamis (6/12).


Seiring berjalannya waktu, program Tol Laut cenderung membisu. Cita-cita besar Presiden Jokowi di sektor kemaritiman justru tenggelam dengan masifnya Tol Darat yang dalam beberapa bulan terakhir ini terus diresmikan.


Namun, kondisi itu dibantah oleh Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Johnny G Plate. Ia menilai Presiden Jokowi fokus terhadap seluruh pembangunan infrastruktur nasional baik darat, laut, maupun udara.


"Infrastruktur darat, laut, udara, itu seluruhnya (penting dibangun). Infrastruktur dalam rangka konektivitas nasional. Jadi semuanya penting," kata dia.


Hanya saja, pembangunan itu memang belum dirasakan sampai saat ini. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional menunjukkan, harga daging ayam di Kalimantan Utara, Papua dan Maluku sebesar Rp 43.250, Nusa Tenggara Timur (NTT) Rp 49.350 per kilogram (kg).


Sementara itu, DKI Jakarta mencatat harga sebesar Rp 38.500 per kg dan Jawa Barat sebesar Rp 35.400 per kg. Tidak hanya itu, harga minyak goreng juga tercatat masih mahal di sejumlah wilayah. Seperti di Papua, harga minyak mencapai Rp 15.050 per liter, Kalimantan Timur Rp 16.400 per liter dan Maluku mencapai Rp 15.800 per liter. Sedangkan di Jawa Barat, harga minyak tercataat sebesar Rp 12.350 per liter dan DKI Jakarta Rp 12.950 per liter.


Kendati tidak terpaut jauh, Johnny menilai hal itu terjadi karena pembangunan dari infrastruktur Tol Laut belum selesai. Ia optimis harga pangan dan kebutuhan pokok lainnya bisa menjadi lebih murah jika pembangunan Tol Laut sudah selesai dan dijalankan.


"Kalau belum itu harus diselesaikan. Kalau yang belum dibangun itu masih mahal karena belum selesai. Tidak bisa dibangun seluruhnya selesai, tergantung ketersediaan dananya," pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore