Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Januari 2018 | 01.40 WIB

Punya Potensi Besar, Sektor Perikanan Indonesia Belum Tergarap Bagus

Ilustrasi kapal nelayan - Image

Ilustrasi kapal nelayan

JawaPos.com - Sektor perikanan Indonesia belum tergarap maksimal. Padahal, sektor ini punya potensi besar untuk dikembangkan dan memberikan kesejahteraan bagi nelayan Indonesia.


Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto mengungkapkan bahwa potensi sektor perikanan Indonesia masih belum tergarap maksimal.


"Jadi jangan takut bersaing dengan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, bahkan dengan Tiongkok sekalipun. Sektor perikanan kita sangat besar dan Indonesia mampu mengelolanya. Karena itu, kami mendukung apa yang dilakukan oleh KKP di sektor hulu," ujarnya dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat (19/1).


Menurut Panggah, kebijakan KKP menata penangkapan ikan secara keseluruhan sangat strategis. Apalagi Indonesia punya potensi dalam penangkapan ikan segar."Selain banyak, juga punya nilai tambah yang tinggi dan harganya mahal," tuturnya.


Sedangkan untuk ikan beku, ikan filet, udang beku serta industri pengolahan ikan lainnya, menurutnya, juga harus ditingkatkan. Untuk pengolahan ikan yang terkait dengan tuna, sarden kaleng dan lain sebagainya diharapkan pertumbuhan di atas 13 persen hingga 2019.


"Ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan lebih dari 5,5 persen. Kita harus hati-hati karena Malaysia, Thailand, Singapore yang tadinya di bawah indonesia, diperkirakan akan menyalip Indonesia," katanya.


Panggah menambahkan bahwa selain ikan, produk rumput laut juga luar biasa. "Karena 85 persen pasokan rumput laut dunia berasal dari Indonesia", sambungnya.


Saat ini, katanya, ada 33 perusahaan industri rumput laut yang mampu memproses menjadi agar-agar dan produk lainnya.


Namun, katanya, pertumbuhan ini masih tidak didukung oleh pasokan bahan baku yang stabil. "Akibatnya, utilisasinya menjadi rendah. Saat ini rumput laut mentah banyak diekspor ke China," katanya.


Pangga mengaku telah mengajak industri untuk memproses bahan baku rumput laut mentah menjadi setengah jadi. "Selebihnya masih diproses di China menjadi beragam produk yang laku dijual," tandasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore