
Ilustrasi Tempat Thrifting di Surabaya
JawaPos.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan menindak tegas importir yang terlibat dalam praktik impor pakaian bekas atau thrifting secara ilegal. Tak hanya dimusnahkan, ia memastikan akan ada denda yang diterapkan, hukuman penjara, hingga pencantuman pelaku dalam daftar hitam (blacklist) sehingga dilarang melakukan impor seumur hidup.
"Kalau ilegal emang dilarang, kan. Nggak tau siapa yang melegalkan. Kalau saya pikir sih ilegal harusnya dilarang. Kecuali dia bisa legal dengan melalui jalur tertentu. Tapi kalau selama ini kan yang disebut balpres itu kan, itu akan dilarang," ujar Purbaya saat ditemui di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (27/10).
"Dan saya pernah bilang kan tanya ke orang Beacukai apa hukumannya. Barangnya dimusnahkan, terus orangnya dipenjara. Saya bilang saya rugi. Udah ngeluarin uang buat musnahin barang. Masih ngasih makan orang lagi. Jadi nanti barangnya dimusnahkan. Orangnya didenda, dipenjara juga dan akan di blacklist yang terlibat itu saya akan larang impor seumur hidup," tambahnya.
Sebelumnya, Purbaya menyampaikan baru mengetahui istilah balpress atau impor baju bekas yang ditangani oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Menurut hasil diskusi yang telah dilakukan dalam sidaknya kedua di Kantor Bea Cukai Pusat, ia menilai bahwa hukuman bagi mereka yang curang masih belum ideal. Pasalnya, mereka diberikan hukuman penjara, tanpa di denda dan bahkan seluruh barang ilegal hanya dimusnahkan.
"Saya baru tahu istilah Balpress itu, impor-impor penanganan baju bekas itu gimana penanganannya. Rupanya selama ini hanya bisa dimusnahkan dan yang impor masuk penjara, saya enggak dapat duit," kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (22/10).
Purbaya menilai, negara justru harus keluar duit bagi para pelaku impor ilegal itu. Mulai dari pemusnahan barang hingga biaya makan para pelaku di penjara.
"Enggak didenda, jadi saya rugi. Cuma ngeluarin ongkos buat musnahkan barang itu, nambah duit makan buat orang-orang di penjara itu," tambahnya.
Lebih lanjut, dia membeberkan bahwa Purbaya ke depan akan segera mengubah sistem hukuman kepada para importir balpress ilegal tersebut. Hukuman itu terdiri dari denda yang akan dikenakan kepada para importir. Lalu, kata dia, para pemain-pemain balpress itu akan dicoret dari daftar untuk bisa melakukan impor barang ke dalam negeri.
"Jadi, nanti sistemnya akan kita ubah, di mana kita bisa denda orang itu juga. Sepertinya mereka juga sudah tahu pemain-pemainnya siapa aja, jadi saya lupa tadi. Kalau sudah ada yang pernah balpress saya akan black list impor barang lagi," tutupnya.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
