Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Februari 2019 | 23.49 WIB

Garap Potensi Permesinan, Jerman Perkuat Kerja Bisnis dengan Indonesia

Kerjasama bisnis pengusaha Indonesia-Jerman - Image

Kerjasama bisnis pengusaha Indonesia-Jerman

JawaPos.com - Kalangan industri permesinan Jerman menggaet mitranya di Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Indonesia terus tumbuh dan menjadi basis produksi yang diminati oleh investor-investor dunia. Lewat pameran GMTN (Gifa, Metec, Thermprocess, Newcast), pebisnis Jerman mengundang kalangan industri logam & baja Indonesia bertemu dengan pelaku industri pengecoran, metalurgi, thermoprocess, dan casting presisi.


Kegiatan itu akan kembali digelar oleh Messe Düsseldorf pada tanggal 25 sampai 29 Juni 2019 di Duesseldorf, Jerman. Untuk memaksimalkan persiapan pameran dan potensi kerjasama antara Jerman dan Indonesia, Messe Düsseldorf menggelar pertemuan dengan sekitar 100 pengusaha industri logam dan baja Indonesia.


“GMTN merupakan pertemuan berskala internasional yang  menjadi ajang bagi para pelaku industri logam dan baja untuk mendapatkan informasi teknologi terkini untuk diterapkan di pasar masing-masing negara,” ujar Global Director for Metals & Flow Technologies Messe Düsseldorf Friedrich-Georg Kehrer, baru-baru ini.


Melalui pameran ini, perdagangan antara Jerman dan Indonesia akan diintensifkan. Industri konstruksi mesin Jerman tetap menjadi andalan Jerman dalam hubungan kerja sama yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Jerman.


Pameran GMTN 2019 akan dihadirkan semua aspek mengenai logam dan proses pembuatannya. Data Himpunan Ahli Pengecoran Indonesia (HAPLI), mencatat Indonesia saat ini memiliki kapasitas produksi 360,000 ton yang dilakukan 164 perusahaan pengecoran.


Sementara kebutuhan di tahun 2018 saja melebihi kapasitas yang ada yakni 546,000 ton (untuk industry otomotif & industry berat. Perusahaan-perusahaan Indonesia sangat membutuhkan dan siap merangkul Pengecoran 4.0 guna meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya produksi mereka.


"Beberapa perusahaan pengecoran mau tidak mau harus segera menuntaskan teknologi pengecoran 3.0 mereka, karena dalam waktu dekat mereka harus memasuki pengecoran 4.0,” tutup Ketua Umum HAPLI R. Widodo.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore