Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Maret 2018 | 01.47 WIB

Ciptakan Mesin Lontong Hingga Olah Limbah Plastik

INOVASI: Kelompok bakso menunjukkan mesin pencetak bakso. - Image

INOVASI: Kelompok bakso menunjukkan mesin pencetak bakso.

JawaPos.com - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Singapore Politechnic (SP) berkolaborasi dalam membantu perkembangan unit usaha masyarakat. Berbagai macam produk dan inovasi diciptakan.


56 Mahasiswa dari UMM dan SP menjadi peserta Learning Express (LEx). Mereka terbagi menjadi empat kelompok. Yakni, kelompok usaha lontong, bakso, bumbu masakan dan buah apel.


Setelah terbentuk, keempat kelompok melakukan observasi sesuai dengan bidang usaha masing-masing. Sasarannya adalah unit usaha masyarakat desa Temas, Kota Batu, Jawa Timur (Jatim). Beragam informasi dikumpulkan untuk merumuskan suatu program atau produk dengan tepat sesuai kebutuhan unit usaha milik masyarakat.


Masing-masing kelompok juga melakukan diskusikan dengan pemilik usaha. Selanjutnya, peserta LEx merumuskan ide dan projek yang efektif dan efisien dalam penyelesaian masalah. Ide-ide itu dituangkan dalam prototype.


Setelah jadi, peserta LEx memamerkan produk dalam Gallery Work. Salah satunya Apple Box yang didesain kedap udara sehingga tidak membuat apel busuk.


Lalu ada alat pencetak bakso untuk menghasilkan ukuran yang sama. Sebab selama ini pemilik usaha bakso masih mencetak dengan cara yang manual. Sehingga ukurannya seringkali berbeda.


Kemudian kelompok Lontong menciptakan Rantang Lontong, Pulley System dan Centong Maker. Rantang Lontong dan Pulley System merupakan inovasi keranjang pada panci pembuat lontong untuk memudahkan pemilik usaha saat memasak lontong.


Sedangkan Centong Maker didesain untuk memudahkan mencetak lontong dan meminimalisir beras yang berceceran pada saat proses pembuatan secara manual.


Beralih ke kelompok bumbu. Mereka menghasilkan mixing machine dan handcrafted handbag. Mixing Machine atau mesin pengaduk dirancang untuk memberikan kemudahan kepada pemilik home industri Koki Hoki.


Innayatul Robaniah, salah satu anggota kelompok Seasoning mengungkapkan bahwa kebersihan merupakan alasan utama tercetus ide ini. "Jadi pemilik usaha masih menggunakan tangan dalam mengaduk bumbu-bumbu. Hal ini membutuhkan proses yang lama. Selain itu juga kurang higienis. Mixing Machine ini untuk mempercepat dan menjaga kebersihan selama proses produksi," ungkap mahasiswa UMM yang akrb disapa Naya itu.


Untuk proyek kedua, kelompok Seasoning berinovasi dalam menciptakan kerajinan berupa produk-produk tas dari limbah plastik bekas. Melalui mixer dan kerajinan limbah plastik, pemilik usaha tidak hanya dapat menghemat waktu dan higienis dalam proses produksi. Namun juga memperoleh tambahan pendapatan melalui penjualan olahan limbah plastik.


Vincent Koh Wei Jie, Salah satu peserta dari SP mengaku sangat senang dan bangga dapat mengikuti program ini. Ia merasa banyak manfaat yang didapat. Terutama tentang teamwork.


"Kami dituntut untuk bisa kerja sama dengan baik dengan anggota tim. Kalau ada kesempatan lagi, saya mau datang lagi ke Indonesia. Orang Indonesia baik," ujarnya sambil tersenyum.


Sementarab itu, Asisten Rektor Bidang Kerjasama UMM Soeparto menjelaskan, LEx merupakan kegiatan yang penting untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa kedua perguruan tinggi. Selain memperoleh international exposure, peserta akan belajar berpikir out of the box.


"LEx akan mengajarkan banyak hal tentang pengetahuan, teamwork, menciptakan inovasi untuk kepentingan masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga belajar hal-hal baru dan melatih pola pikir yang berbeda dari kebanyakan orang," terang Soeprapto.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore