Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Juni 2018 | 00.03 WIB

Eni Kojiro, Sulap Buah-buahan Jadi Makanan Unik

Eny Kojiro warga Bojonegoro sedang mengajari puluhan Ibu-ibu dari berbagai daerah di Indonesia. - Image

Eny Kojiro warga Bojonegoro sedang mengajari puluhan Ibu-ibu dari berbagai daerah di Indonesia.

JawaPos.com - Buah dan aneka sayur ternyata bisa dimanfaatkan menjadi makanan unik dan cantik. Di tangan Eni Susilowati, lombak, timun, sawi, dan wortel bisa menjadi bunga mawar, kamboja, chrysant, dan lainnya.


Bertempat di Warung Apresiasi, Bojonegoro Kota, puluhan ibu-ibu dari sejumlah daerah, tampak asyik dengan teliti dan sirius membuat aneka garnis.


Mereka antara lain dari Gresik, Lamongan, Nganjuk, Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), Tuban dan Bojonegoro serta Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).


Perempuan kelahiran Bojonegoro yang akrab dipanggil Eny Kojiro itu telah menekuni seni garnis sejak beberapa tahun lalu, dirinya mulai empat tahun ini, dirinya juga aktif mengajar membuat garnis.


Perempuan alumni SMPN 2 Bojonegoro tahun 1985 sudah melanglang buana di berbagai daerah di Indonesia, bahkan dunia. Kelihaiannya membuat garnis bermula dari usaha kuliner yang dibangunnya. Kini garnis menjadi salah satu ilmu yang dipelajari dan diajarkan.


Dirinya mengaku, belajar membuat garnis secara otodidak, karena ketekunannya dengan mencoba membuat sendiri lama kelamaan akhirnya mahir. Dirinya, fokus menekuni garnis dan Fruit Carving seni mengukir buah.


"Waktu itu, saya diberi hadiah dari suami berupa 54 mata pisau, dari situ saya berlatih sehingga menjadi seperti saat ini. Sebelumnya, saya menggeluti usaha restauran Jepang, kemudian pada 2014 mulai beralih dari masakan Jepang ke Tumpeng," tutur perempuan tiga anak itu, Senin (25/6).


Dia menyampaikan, awalnya salah satu cheff hotel bintang yang memesan garnis. Dari sinilah, garnis buatanya menjadi identitas, Ia pun mulai mengenalkan Garnis dan Fruit Carving. "Pada 2017 lalu, saya mulai mengajar kelas Garnis dan Fruit Carving, karena banyaknya permintaan dari kenalan dan kolega," terangnya.


Dia menjelaskan, harga tumpeng dengan garnis bervariasi tersebut dengan harga Rp 2 juta sampai harga Rp 5 juta rupiah. Dia membuka kelas mengajar di sejumlah daerah hingga kota besar seperti Makasar, Kalimantan, Jakarta dan lainnya. "Pada momentum pulang kampung lebaran ini, saya sempatkan mengajar kelas garnis di Warung Apresiasi Bojonegoro," tutupnya.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore