Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Juli 2018 | 06.55 WIB

Ngogesa Dicopot, Warga Sumut Jangan Gaduh

Ketua DPW Partai NasDem Sumut Tengku Erry Nuradi dan Ngogesa Sitepu yang sempat digadang sebagai Bacagub-Bacawagub Sumut. - Image

Ketua DPW Partai NasDem Sumut Tengku Erry Nuradi dan Ngogesa Sitepu yang sempat digadang sebagai Bacagub-Bacawagub Sumut.

JawaPos.com - Ngogesa Sitepu baru saja dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Dewam Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Sumatera Utara (Sumut). Pencopotan itu pun sempat menuai polemik.


Kabar pencopotan itu, sampai kepada Aktifis Kebudayaan di Sumut Tengku Zainuddin. Dia berharap, pencopotan itu tidak membuat gaduh di kalangan masyarakat khususnya yang mendukung Ngogesa.


"Kepada seluruh rekan-rekan yang ada di pemerintahan dan masyakat, tak perlu gaduh. Karena yakinlah Pak Bupati Langkat Ngogesa Sitepu tetap berpihak kepada seluruh rakyat Sumut, khususnya Kabupaten Langkat," kata Zainuddin, Selasa (17/7) malam.


Menurut dia, Ngogesa adalah sosok tokoh yang dicintai masyarakat. Ngogesa juga terus mendukung pelestarian kebudayaan. Itu dibuktikannya dengan dukungannya kepada komunitas Lingkar Nalar dari Gerakan Boemi Poetra.


"Menyangkut ketahanan budaya, hal ini menunjukkan beliau adalah seorang tokoh yang tidak hanya memikirkan kepentingan-kepentingan kepartaian semata. Namun lebih jauh memikirkan kelangsungan budaya dalam konteks kebangsaan," ujarnya.


Lebih jauh, Tengku mengungkapkan kalau elektabilitas Ngogesa di tengah masyarakat tidak hanya dari hasil kerja mesin partai. Elektabilits itu didapatnya dari sosok ketokohan di dalam partai.


"Ngogesa adalah tokoh yang amat dihormati dan disayangi oleh hampir seluruh kalangan di Sumut. Terlebih lebih lagi di Kabupaten Langkat," ujarnya.


Sebelumnya, Ngogesa mengaku legowo dicopot dari jabatannya. Pencopotan itu kata Ngogesa, adalah akibat dari keterlambatan penyusunan nama Bakal Calon Legislatif. Sayangnya pencopotan itu dianggap Ngogesa prematur.


“Lahir dan bathin saya terima keputusan pergantian ini, akan tetapi saya menilai proseduralnya tidak pas. Ujung ujungnya diganti, tanpa adanya peringatan atau layaknya sebuah prosedural keorganisasian. Golkar ini selain partai tua juga besar, idealnya mengedepankan mekanismelah. Karenanya saya akan memberikan klarifikasi ke DPP," kata Ngogesa.


Menurut Ngogesa, pencopotan juga disinyalir cuma mencari kesalahan yang mengada-ngada.


Sudah 31 tahun Ngogesa mengabdi untuk Golkar. Pencopotan dirinya juga dinilai tidak berdasar.


"Saya ini bukan kader karbitan di Golkar, saya dipartai golkar mulai dari anggota biasa sampai menjadi Ketua DPD Langkat bahkan dipercaya menahkodai DPD PG Sumut melalui musda dan terpilih secara aklamasi. Jadi saya sangat paham mekanisme mengurusi partai, gak harus dipecundangi seperti ini, sehingga kesannya ada politik dalam politik lagi," tandasnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore