
Ketua DPW Partai NasDem Sumut Tengku Erry Nuradi dan Ngogesa Sitepu yang sempat digadang sebagai Bacagub-Bacawagub Sumut.
JawaPos.com - Ngogesa Sitepu baru saja dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Dewam Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Sumatera Utara (Sumut). Pencopotan itu pun sempat menuai polemik.
Kabar pencopotan itu, sampai kepada Aktifis Kebudayaan di Sumut Tengku Zainuddin. Dia berharap, pencopotan itu tidak membuat gaduh di kalangan masyarakat khususnya yang mendukung Ngogesa.
"Kepada seluruh rekan-rekan yang ada di pemerintahan dan masyakat, tak perlu gaduh. Karena yakinlah Pak Bupati Langkat Ngogesa Sitepu tetap berpihak kepada seluruh rakyat Sumut, khususnya Kabupaten Langkat," kata Zainuddin, Selasa (17/7) malam.
Menurut dia, Ngogesa adalah sosok tokoh yang dicintai masyarakat. Ngogesa juga terus mendukung pelestarian kebudayaan. Itu dibuktikannya dengan dukungannya kepada komunitas Lingkar Nalar dari Gerakan Boemi Poetra.
"Menyangkut ketahanan budaya, hal ini menunjukkan beliau adalah seorang tokoh yang tidak hanya memikirkan kepentingan-kepentingan kepartaian semata. Namun lebih jauh memikirkan kelangsungan budaya dalam konteks kebangsaan," ujarnya.
Lebih jauh, Tengku mengungkapkan kalau elektabilitas Ngogesa di tengah masyarakat tidak hanya dari hasil kerja mesin partai. Elektabilits itu didapatnya dari sosok ketokohan di dalam partai.
"Ngogesa adalah tokoh yang amat dihormati dan disayangi oleh hampir seluruh kalangan di Sumut. Terlebih lebih lagi di Kabupaten Langkat," ujarnya.
Sebelumnya, Ngogesa mengaku legowo dicopot dari jabatannya. Pencopotan itu kata Ngogesa, adalah akibat dari keterlambatan penyusunan nama Bakal Calon Legislatif. Sayangnya pencopotan itu dianggap Ngogesa prematur.
“Lahir dan bathin saya terima keputusan pergantian ini, akan tetapi saya menilai proseduralnya tidak pas. Ujung ujungnya diganti, tanpa adanya peringatan atau layaknya sebuah prosedural keorganisasian. Golkar ini selain partai tua juga besar, idealnya mengedepankan mekanismelah. Karenanya saya akan memberikan klarifikasi ke DPP," kata Ngogesa.
Menurut Ngogesa, pencopotan juga disinyalir cuma mencari kesalahan yang mengada-ngada.
Sudah 31 tahun Ngogesa mengabdi untuk Golkar. Pencopotan dirinya juga dinilai tidak berdasar.
"Saya ini bukan kader karbitan di Golkar, saya dipartai golkar mulai dari anggota biasa sampai menjadi Ketua DPD Langkat bahkan dipercaya menahkodai DPD PG Sumut melalui musda dan terpilih secara aklamasi. Jadi saya sangat paham mekanisme mengurusi partai, gak harus dipecundangi seperti ini, sehingga kesannya ada politik dalam politik lagi," tandasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
