Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 November 2016 | 14.00 WIB

Dua Kali Mimpi Masuk Islam, Napi Narkoba Ucapkan Syahadat

Ustaz Ahmad Fauzi saat menuntun Aliang untuk mengucapkan dua kalimat syahadat di Mushalla Al Ikhlas dalam Rutan Selatpanjang, Selasa (1/11). - Image

Ustaz Ahmad Fauzi saat menuntun Aliang untuk mengucapkan dua kalimat syahadat di Mushalla Al Ikhlas dalam Rutan Selatpanjang, Selasa (1/11).

JawaPos.com PEKANBARU - Selasa (1/11) menjadi hari paling bahagia bagi Adi alias Aliang. Betapa tidak, di tengah waktunya menjalani hukuman di Rumah tahanan (Rutan) Kelas II Selatpanjang, Provinsi Riau, sebagai narapidana, dia mendapatkan kesempatan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.



Dilansir Riau Pos (Jawa Pos Group), tentunya dengan membacakan lafaz itu, dia meninggalkan agama dan keyakinannya yang sebelumnya dan kini memeluk agama Islam.



Usai mengucapkan syahadat itu, Aliang mengaku pilihannya untuk menganut agama Islam, karena sebelumnya mengalami dua kali bermimpi masuk Islam.



"Kejadian itu terjadi pada tanggal 24 juli 2016 lalu. Setelah itu saya terus belajar dan meminta informasi tentang agama islam kepada kawan-kawan. Setelah mantap, saya nyatakan niat saya untuk memeluk Islam pada pihak Rutan," ungkap narapidana yang divonis 15 tahun penjara itu.



Mantan pengedar narkoba itu mengaku sudah mendapatkan restu dari istri dan keluarganya untuk memeluk agama Islam. Bahkan rencananya, Adi juga akan mengajak keluarganya bisa masuk Islam dan mengikuti jejaknya.



Selain Aliang, ada dua narapidana lainnya yang melakukan prosesi masuk Islam di Rutan Selatpanjang. Mereka yakni Heriyanto Nainggolan, napi narkoba yang divonis hukuman 5 tahun 3 bulan.



Selain itu, Loy warga Desa Sonde, napi yang menjalani hukuman 1 tahun 2 bulan atas perbuatan mencurinya.



Kepala Rutan Selatpanjang, Wiwid mengatakan, keinginan ketiga napi itu untuk masuk Islam itu telah diungkapkan seminggu sebelumnya.



Setelah memastikan niat tersebut tulus, lantas pihak Rutan menghubungi Ustaz Ahmad Fauzi untuk membantu proses pengislaman itu.



"Kami berpesan tolong jangan main-main. Karena bisa saja masuk Islam agar mendapatkan kelonggaran dan kebebasan untuk melaksanakan salat di mushalla. Mudah-mudahan memang mantap dari hati," harapnya. (*/rpg/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore