Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Juni 2018 | 23.14 WIB

Kurang Dari Dua Jam, Tiket KA Wisata Ludes Terjual

Pengunjung menaiki kereta wisata di Indonesian Railway Museum, Ambarawa, Jawa Tengah, Minggu (17/6). - Image

Pengunjung menaiki kereta wisata di Indonesian Railway Museum, Ambarawa, Jawa Tengah, Minggu (17/6).

JawaPos.com - Tempat-tempat wisata di Jawa Tengah (Jateng) penuh sesak dengan pengunjung pada H+2 Lebaran. Bahkan di Museum Kereta Api (KA) Ambarawa atau Indonesian Railway Museum, 480 tiket ludes terjual dalam waktu kurang dari dua jam saja.


Kepala Museum KA Ambarawa Joko Utomo mengatakan, wahana kereta wisata memang selalu menjadi magnet bagi para wisatawan dalam dan luar kota. Koleksi deretan lokomotif kuno juga tak luput dari incaran para turis yang hobi berfoto.


"H+1 Lebaran saja tercatat hampir tiga ribu pengunjung. Tentu yang naik kereta wisata ada dalam jumlah itu," kata Joko saat ditemui di kantornya, Minggu (17/6).


Untuk H+2 Lebaran, angka kunjungan bisa lebih banyak. Pada pukul 10.30 WIB, tercatat sudah ada 1.400 orang yang membeli tiket masuk ke Museum Kereta Api Ambarawa. Adapun tiket masuk dijual pada kisaran Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu. Sedangkan untuk kereta wisata Rp 50 ribu per kepala dan satu jam perjalanan.


Penjualan tiket kereta wisata dibuka mulai pukul 08.00 WIB. Selanjutnya, tiket sudah habis sebelum pukul 10.00 WIB. "Biasanya juga sold out. Cuma kan hari biasa terjual habis itu pukul 12.00 WIB," sambungnya.


Untuk rute perjalanan kereta api wisata masih sama. Yakni jurusan Ambarawa-Tuntang pulang pergi. Kapasitas sekali angkutan 120 orang dan dibuka pada tiap Sabtu, Minggu dan hari libur nasional. Khusus setiap Minggu, dibuka empat kali perjalanan mulai pukul 10.00 WIB, 12.00 WIB, 13.00 WIB, dan 14.00 WIB.


Dengan adanya lonjakan pengunjung selama musim Lebaran, pengelola telah menyiapkan langkah antisipasi. Yakni dengan membuka perjalanan kereta wisata tambahan sejak 16-24 Juni mendatang dengan total perjalanan 31 kali.


Kereta wisata belum bisa menambah perjalanan lebih dari itu. Lantaran kondisi lokomotif diesel bikinan 1952 yang perlu perawatan khusus. "Paling tidak harus kami lestarikan. Tapi bagaimana juga mendatangkan income. Selain itu ada lokomotif uap, tapi itu modelnya sewa Rp 10 juta per gerbong," imbuhnya.


Andi Ali Said, 35, salah satu pengunjung yang kehabisan tiket mengaku tak terlalu kecewa. Pasalnya, pria asal Salatiga ini sedari awal memang mengajak kedua anaknya ke Museum Kereta Api Ambarawa untuk tidak sekedar bermain.


"Padahal dekat dari Salatiga saja tapi tidak pernah dapat tiket. Tapi nggak apa, karena di sini banyak wahana lain. Seperti kereta tua dipajang dan kereta pustaka berisi buku-buku pengetahuan," ujarnya.


Sementara itu, Naura Frea, 21, sangat terhibur dengan segala yang dihadirkan di museum yang dibuka sejak 2014. Bersama keempat anggota keluarganya, wisatawan asal Bogor itu merasa teredukasi saat menaiki wahana kereta wisata.


"Ini baru pertama kali sekalian mudik dan ternyata cukup seru. Bisa lihat pemandangan hijau sekitar. Sudah gitu ada guidenya juga yang cerita kapan pertama kali kereta ini kereta dioperasikan, stasiun dibangun, dan lokomotifnya kapan dibikin. Seru pokoknya," cetusnya.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore