
Bupati Pati, Jawa Tengah Sudewo usai memenuhi panggilan KPK, Jakarta Rabu (27/8/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Rapat paripurna DPRD Kabupaten Pati akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan proses pemakzulan Bupati Pati, Sudewo. Dari 50 anggota DPRD, sebanyak 49 hadir dalam rapat penting tersebut.
Hasilnya, 36 anggota menolak pemakzulan, sementara 13 anggota menyatakan setuju agar Sudewo dicopot dari jabatannya.
Jika dilihat dari sisi fraksi, hanya Fraksi PDI Perjuangan yang sepenuhnya mendukung rekomendasi pemakzulan. Sementara fraksi lainnya lebih memilih memberikan catatan perbaikan terhadap kebijakan Bupati Sudewo agar kinerja pemerintah daerah lebih baik ke depan.
"Dengan demikian rapat paripurna DPRD Kabupaten Pati pada hari ini, telah mendapatkan atau menyetujui menyatakan pendapat anggota DPRD Kabupaten Pati berupa rekomendasi atau perbaikan kinerja Bupati Pati untuk berikutnya," ujar Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin.
Keputusan ini disambut lega oleh Partai Gerindra yang menaungi Bupati Sudewo. Ketua DPC Gerindra Pati, Hardi, mengapresiasi kinerja panitia khusus (pansus) DPRD yang sudah menampung berbagai aspirasi masyarakat sebelum mengambil keputusan akhir.
"Partai Gerindra hari ini telah melaksanakan paripurna yang mana pansus sudah bekerja keras untuk mendapatkan masukan dari masyarakat," kata Hardi.
Hardi menegaskan, pihaknya bersyukur karena hasil rapat paripurna hanya memuat rekomendasi perbaikan, bukan pemakzulan. Menurutnya, keputusan itu menjadi momentum bagi Sudewo untuk memperbaiki kebijakan publik dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Pati.
Nama Bupati Sudewo sempat menjadi sorotan publik setelah kebijakannya menaikkan pajak bumi dan bangunan (PBB) serta pajak gabungan dinilai membebani masyarakat.
Tekanan politik pun datang dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, yang menilai Sudewo layak dimakzulkan karena kebijakannya dianggap merugikan warga.
Aliansi tersebut bahkan sempat berunjuk rasa di Kantor KPK, mendesak lembaga antirasuah mengusut dugaan keterlibatan Sudewo dalam kasus korupsi Dirjen Kereta Api (DJKA).

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
