Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Agustus 2025 | 19.24 WIB

Bupati Indramayu Lucky Hakim Lepas 200 Ular untuk Usir Hama Tikus di Sawah, Panji Petualang Beri Penjelasan

Panji Petualang sedang mengecek perangkap untuk buaya berkalung ban, Jumat (26/1). - Image

Panji Petualang sedang mengecek perangkap untuk buaya berkalung ban, Jumat (26/1).

JawaPos.com – Upaya tak biasa dilakukan Bupati Indramayu Lucky Hakim untuk membantu para petani mengatasi serangan hama tikus. Bersama Panji Petualang, ia melepas 200 ekor ular tidak berbisa di area persawahan.

Aksi ini diharapkan menjadi solusi alami yang efektif sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah tersebut.

Pelepasan satwa dilakukan secara terbuka, disaksikan langsung oleh warga dan para petani. Suasana terlihat antusias karena langkah ini dinilai berbeda dari metode pengendalian hama yang biasanya menggunakan racun atau jebakan.

Bupati Lucky Hakim menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Sementara itu, Panji Petualang, yang dipercaya untuk memimpin pelepasan, menjelaskan bahwa ular-ular yang dilepas adalah jenis pemangsa alami tikus, burung, dan kodok yang sering merusak tanaman padi.

Jenisnya antara lain Ptyas mucosa (ular jali), Ptyas korros (ular koros), dan Coelognathus radiatus (ular sapi). Ia memastikan keamanan dari pelepasan ular ini bagi masyarakat atau petani setempat.

“Habitat mereka memang di sawah. Tapi di sini populasinya sudah berkurang, sehingga hama tikus berkembang pesat. Dengan mengembalikan predator alami, kita berharap rantai makanan di sawah bisa seimbang lagi,” ujarnya.

Menurut Panji, ular yang dilepas sama sekali tidak berbahaya bagi manusia selama tidak diganggu. Ia menekankan bahwa reptil ini bersifat defensif, bukan agresif.

“Kecuali kita usik, mereka tidak akan menyerang. Jadi masyarakat tidak perlu takut,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan warga dalam pelepasan ini penting untuk menumbuhkan pemahaman bahwa ular punya peran penting bagi ekosistem, bukan sekadar hewan yang harus dihindari.

Metode pengendalian hama dengan cara memanfaatkan predator alami seperti ular, burung hantu, atau musang, telah lama dikenal sebagai alternatif ramah lingkungan. Cara ini dinilai lebih aman dibanding penggunaan pestisida kimia yang dapat merusak tanah, mencemari air, dan membunuh organisme non-target.

Dengan langkah ini, petani diharapkan dapat meminimalisasi kerugian akibat hama tanpa mengorbankan kesehatan lingkungan.

Panji berharap aksi ini menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, pegiat lingkungan, dan masyarakat.

 “Semoga apa yang kita lakukan ini membawa kebaikan untuk alam. Kalau alam terjaga, manusia pun akan mendapatkan manfaatnya,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore