Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Juli 2018 | 01.10 WIB

13 Stasiun LRT Bakal Tersambung dengan Halte Portable

LRT Palembang saat dilakukan ujicoba. - Image

LRT Palembang saat dilakukan ujicoba.

JawaPos.com – Menjelang Asian Games pada Agustus mendatang, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan angkutan kota di Palembang akan terintegrasi dengan moda transportasi Light Rail Transit (LRT).


Salah satu upaya yang terus dilakukan yakni, menyambungkan antara titik turun stasiun LRT dengan halte tempat berhentinya bus dan angkutan kota lainnya.


Kepala Dishub Sumsel, Nelson Firdaus mengaku, yang menjadi kendala dalam integrasi antara LRT dengan angkutan dibawahnya yakni titik turun penumpang dari LRT dan halte. Karena penumpang masih butuh berjalan ke halte.


Karena itu, pihaknya berencana akan menyambungkan titik turun penumpang dari LRT atau stasiun dengan halte. sehingga saat turun penumpang langsung disambut oleh angkutan kota di Palembang. “Jadi 13 stasiun ini rencananya akan tersambung dengan halte portable,” katanya saat ditemui di Dishub Sumsel, Selasa (10/7).


Selain itu, saat ini Dishub Palembang juga telah membuat aplikasi Move It. Dimana para penumpang dapat melihat rute angkutan kota yang dapat dinaikki setelah turun dari LRT dengan aplikasi itu. Sehingga, penumpang tidak perlu khawatir lagi.


“Kami optimis integrasi ini berjalan dengan lancar dan sangat efetktif kedepannya,” tutupnya.


Sementara itu, Direktur Lalu Lintas (Lalin) dan Angkutan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Zulmafendi menambahkan, dengan adanya integrasi LRT dan angkutan dibawahnya maka masyarakat dari berbagai daerah dapat menggunakan LRT, begitupun sebaliknya.


“Pola inilah yang akan kami singkronkan pada saat Asian Games mendatang,” katanya.


Untuk tarif yang diberlakukan, yakni mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu. Seperti, jika dari Jakabaring menuju Bandara, maka tarif yang akan dibebankan yakni sebesar Rp 10 ribu. Sedangkan jika dari Jakabaring menuju Asrama Haji, maka tarif yang dibebankan yakni hanya Rp 5 ribu.


“Kami sudah ajukan besaran tarif ini ke Menhub tinggal menunggu tanda tangannya saja,” ujarnya.


Untuk operasionalnya sendiri, nantinya dikelola oleh PT KAI begitu juga Sumber Daya Manusia (SDM) juga akan disiapkan oleh PT KAI. Baik, Masinis, Sekurity dan lain sebagainya. Meskipun begitu, untuk enam bulan pertama pihaknya akan memberikan subsidi sekitar Rp 100 miliar sebagai biaya operasional LRT ini.


“LRT di Palembang merupakan perintis karena itu akan diberikan subsidi untuk enam bulan pertama,” tutupnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore