
Kondisi Riau yang dilanda kebakaran hutan dan lahan.
JawaPos.com - Ketua Kelompok Kerja Percepatan Perhutanan Sosial Provinsi Riau, Johny Setiawan Mundung memberikan dukungan kepada Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam mengembangkan potensi perhutanan sosial yang ada di Riau. Dukungan ini diberikan oleh pegiat perhutanan sosial tersebut demi upaya mewujudkan ketahanan pangan dan energi.
"Asalkan tidak mengubah fungsi hutan," katanya dalam keterangan, Kamis (23/1).
Menurutnya, program yang cocok dilaksanakan di Provinsi Riau adalah program peningkatan perhutanan sosial yaitu hutan desa dan hutan kemasyarakatan. Menanam padi dan aren di lahan kritis dan semak belukar berstatus kawasan hutan yang potensinya sangat besar di Riau, menurutnya, sangat cocok dengan program ini.
Selain itu, Johny menyarankan agar sawit yang terlanjur ditanam di kawasan hutan agar dijadikan agroforestri dengan pohon dan tanaman pangan serta tanaman endemik Riau seperti sirsak, alpukat, jernang, kedondong, manggis, durian musang king, dan gaharu sebagai tanaman Lokal di Riau dan berpotensi untuk di kembangkan. "Ini adalah masa depan tanaman pangan di Riau yang selama ini hilang tergerus deforestasi " tegasnya.
Menurut Johny, contoh degradasi hutan dan deforestasi dan kejahatan kehutanan paling sempurna dan paling lengkap terjadi di Riau. "Kerusakan hutan paling ekstrem ada di Riau, artinya menyelesaikan persoalan kehutanan hutan di Riau sama seperti menyelesaikan benang kusut kerusakan hutan di Indonesia. Dan Riau ini kampung Bung Toni (Menhut)," katanya.
Johny menjelaskan bahwa jika hutan rusak, yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat sekitar hutan. Diantaranya, dia sebut, suku asli Talang Mamak, Akit, Duano, Bonai, dan Sakai yang merupakan suku asli di Riau yang berada langsung di tengah-tengah kawasan hutan.
"Oleh karena itu, kami juga mohon kepada Menhut untuk terus memberikan akses masyarakat adat di kawasan hutan dengan memberi persetujuan hutan adat di Indonesia ini," imbuh Direktur Eksekutif Riau Research Center ini.
Menurutnya, memberi ruang masyarakat adat mengelola hutan berupa perhutanan sosial berarti melibatkan kearifan lokal dalam program swasembada pangan dan energi. "Karena ini berarti ketahanan pangan, energi dan air melibatkan local wisdom, begitu harapan kami dari Riau," pungkas Direktur Eksekutif Walhi Riau periode 2005-2009 ini.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
