Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 November 2024 | 14.00 WIB

Debat Ketiga Pilgub Jatim, Walhi Jatim Sebut Ketiga Paslon Tak Serius Bahas Isu Lingkungan

Debat Pilgub Jatim di Convention Hall Grand City Surabaya, Senin (18/11). (Istimewa) - Image

Debat Pilgub Jatim di Convention Hall Grand City Surabaya, Senin (18/11). (Istimewa)

JawaPos.com–Meski telah rampung, panggung debat ketiga Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) masih menjadi perbincangan di masyarakat. Sekedar bertukar pendapat atau memberikan catatan.

Ketua Wahana Lingkungan Hidup Wahyu Eka Setyawan mengaku tidak puas dengan penampilan ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di debat pemungkas.

”Kami menilai ajang pertarungan gagasan ini hanya seremoni. Tidak ada satupun yang serius membahas isu lingkungan hidup, baik ketiga pasangan calon maupun KPU Jawa Timur,” ujar Wahyu kepada JawaPos.com.

Alih-alih menyoal permasalahan lingkungan hidup yang menjadi tema debat ketiga Pilgub, masing-masing paslon justru dinilai abai dan tidak memaparkan solusi atas isu-isu lingkungan yang terjadi di lapangan.

”Menurut kami, apa yang dilakukan paslon lewat janji-janji politik ini lebih berfokus pada pembangunan fisik dan eksploitasi sumber daya alam, tanpa mempertimbangkan persoalan konservasi dan preservasi lingkungan,” tandas Wahyu.

Hal tersebut menunjukkan bahwa adu gagasan dalam panggung debat Pilgub Jatim masih lemah secara perspektif ekologis. Baik dari ketiga kandidat maupun KPU selaku penyelenggara.

Walhi Jatim mencatat tak ada satu pun tema dan sub tema dari debat ketiga Pilgub Jatim, yang memuat prinsip konservasi dan preservasi lingkungan secara mendalam.

”Justru sebaliknya, pendekatan yang diusung lebih kepada eksploitasi sumber daya alam dengan bungkus ramah lingkungan. Ini jelas bertentangan dengan kebutuhan ekologis Jatim,” ujar Wahyu.

Selain ekologi, tata ruang juga mendapat atensi dari Walhi Jatim. Wahyu menekankan bahwa tata ruang seharusnya menjadi pembatas. Melindungi kawasan yang rentan dan bukan sekedar integrasi wilayah.

Sayangnya, Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jawa Timur justru dinilai Wahyu masih berpihak pada penguasa. Mengizinkan aktivitas pertambangan di kawasan lindung.

”Ini menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah terhadap konservasi lingkungan.  Lantas, apakah ada yang membahas ini? Ini sebuah kerisauan yang seharusnya dijawab,” tandas Wahyu.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore