
Ilustrasi
JawaPos.com - Berdasarkan data dari Kelompok Studi Stroke Perhimpunan Dokter Ahli Saraf Indonesia, angka serangan stroke di Kalimantan Barat melewati angka nasional.
Pontianak Pos (Jawa Pos Group) melaporkan, serangan stroke di Kalbar mencapai 14 permil (per seribu penduduk) jauh lebih tinggi dibanding angka nasional 12 permil.
“Kematian akibat stroke di Kalbar 14 permil, sedangkan angka nasional 12 permil. Artinya Kalbar melewati angka nasional. Dengan kata lain kita sudah berusaha dan akan berusaha bersama dokter saraf dan aparat pemerintah untuk menekan angka ini,” terang Ketua Kelompok Studi Stroke Perhimpunan Dokter Ahli Saraf Indonesia, Salim Hadi, usai menghadiri kegiatan world stroke day se Indonesia, yang dipusatkan di Pontianak.
Melihat tingginya angka serangan stroke di Kalbar, pihaknya berencana mendidik dengan metode pengobatan trombolisis bagi dokter spesialis saraf. Bagi perawat stroke juga akan dididik. “Stroke itu ada dua, pertama stroke penyumbatan, dan stroke pendarahan,” terangnya.
Dijelaskan dia, stroke pendarahan nilainya lebih rendah. Artinya total kurang dari 20 persen masyarakat terkena stroke jenis ini. Temuan kasus stroke tertinggi justru ada dijenis stroke penyumbatan.
Penanganan awal stroke tergantung waktu kedatangan si pasien ke rumah sakit. Bagi penderita stroke sumbatan, penanganan awal harus segera dilakukan penyuntikan intravena.
Celakanya suntikan intravena harus dilakukan kurang dari satu jam sesudah serangan. Kenapa, karena pengobatan ini hanya memberi batasan maksimal 6 jam. Kemudian dalam penangannya bisa dilanjutkan intra arterial 8-9 jam.
Penanganan pertama stroke inilah yang akan diberikan pihaknya pada dokter saraf di Kalimantan Barat. Artinya dokter saraf wajib menguasai penanganan pertama ini.
Untuk batas waktu suntikan dari rumah sampai masuk jarum suntik ke tubuh jika mendekati 6 jam itu semakin jelek. Namun jika mendekati angka 3 jam penanganan itu semakin bagus.
Ia juga menyarankan, agar Pemerintah Kota Pontianak, khususnya Rumah Sakit Kota Pontianak, mesti miliki CT scan. Jika tak miliki alat ini ia merasa penanganan stroke akan semakin susah. (iza/fab/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
