Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 April 2024 | 19.10 WIB

Proyek Pembangunan Jembatan Jongbiru yang Ditargetkan Selesai Mei Diperkirakan Bakal Molor Hingga Juni, Ini Penyebabnya

Gelagar dan rangka Jembatan Jongbiru untuk sisi Desa Jongbiru sudah terpasang, sedangkan pemasangan untuk sisi Jabon terhambat pilar yang belum selesai. (FOTO: WAHYU ADJI/JPRK) - Image

Gelagar dan rangka Jembatan Jongbiru untuk sisi Desa Jongbiru sudah terpasang, sedangkan pemasangan untuk sisi Jabon terhambat pilar yang belum selesai. (FOTO: WAHYU ADJI/JPRK)

JawaPos.com - Pembangunan Jembatan Jongbiru yang awalnya ditargetkan selesai pada Mei diperkirakan akan mengalami kemoloran hingga Juni mendatang.

Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa minggu terakhir dan membuat debit air Sungai Brantas naik digadang-gadang sebagai salah satu penghambat penyelesaian proyek tersebut.

"Targetnya kemungkinan molor di bulan Juni untuk penyelesaiannya," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama seperti dikutip dari Radar Kediri (Jawa Pos Group), Jumat (19/4).

Irwan menyebutkan jika kendala kendala teknis merupakan salah satu faktor utama molornya penyelesaian proyek Jembatan Jongbiru.

Intensitas hujan yang cukup tinggi diketahui membuat debit air sungai Brantas mengalami peningkatan sehingga mengakibatkan terhambatnya pemasangan tiang penyangga jembatan. Yakni untuk sisi Jabon, Banyakan.

Bahkan, menurut Irwan, hingga kemarin pilar jembatan masih belum bisa dipasang karena debit air masih terus tinggi.

Meski diperkirakan akan molor, Irwan menegaskan bahwa pihaknya masih akan terus berupaya untuk mengerjakan penyelesaian proyek pembangunan jembatan tepat waktu.

Apalagi setelah libur lebaran para pekerja sudah mulai aktif lagi bekerja. Selain itu beberapa truk pengangkut material juga sudah terlihat hilir mudik mengangkut material tanah uruk.

Jika pemasangan satu pilar di sisi Jabon, Banyakan terhambat, maka untuk sisi Desa Jongbiru tidak masalah. Bahkan gelagar untuk sisi Jongbiru dan setengah dari rangka jembatan sudah mulai terpasang.

Sedangkan untuk sisi Jabon masih belum terpasang. Padahal idealnya pemasangan gelagar dan rangka jembatan untuk sisi Jabon harus sudah selesai.

Tetapi, dengan belum selesainya pemasangan pilar yang ada di sana membuat pemasangan gelagar dan rangka jembatan juga belum bisa dilakukan.

Untuk diketahui, Jembatan Jongbiru sudah mengalami kerusakan sejak 2017. Kerusakan jembatan tersebut membuat warga Kota dan Kabupaten Kediri harus memutar dan menempuh jarak hingga tiga kilometer.

Selain itu mereka juga memiliki alternatif lain yakni menyeberang menggunakan perahu dengan membayar ongkos untuk penyeberangan.

Proyek pembangunan Jembatan Jongbiru baru mendapatkan kejelasan pada 2022. Di mana saat itu pemerintah pusat berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran proyek fisiknya.

Sedangkan untuk Pemkot Kediri sendiri mendapatkan tugas untuk pembebasan tanah untuk pelebaran jalan di Desa Jongbiru.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore