Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Maret 2024 | 16.40 WIB

Rela Tempuh 12 Jam Perjalanan, Ratusan Warga Pilih Mudik Lebih Awal dengan Kapal Perintis ke Pulau Sapeken Madura, Ini Penyebabnya

Para pemudik tujuan Pulau Sapeken sedang mengantre masuk ke kapal Sabuk Nusantara (SN) 92 di dermaga Pelabuhan Tanjung Wangi./Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi - Image

Para pemudik tujuan Pulau Sapeken sedang mengantre masuk ke kapal Sabuk Nusantara (SN) 92 di dermaga Pelabuhan Tanjung Wangi./Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi

JawaPos.com – Ratusan warga asal Kepulauan Madura terpantau memadati Pelabuhan Tanjung Wangi, Kabupaten Banyuwangi pada hari Rabu (27/3) lalu.

Mereka adalah pemudik yang bertujuan pulang kampung ke Pulau Sapeken dan Pagerungan.

Para pemudik itu secara berbondong-bondong naik ke atas Kapal Sabuk Nusantara (SN) 92 yang sudah siap menunggu kedatangan penumpang sejak pagi hari di dermaga Pelabuhan Tanjung Wangi.

Banyak dari mereka yang membawa tas besar dan kardus berisi oleh-oleh berupa buah dan kue kering.

Dilansir dari Radar Banyuwangi (JawaPos Group), salah seorang pemudik bernama Fathan, 23 tahun, mengungkapkan bahwa dirinya bersama dengan keluarga sengaja memilih untuk mudik lebih awal agar bisa menikmati Ramadhan dan berlebaran di Pulau Sapeken.

Hal itu lantaran hanya tersisa dua pemberangkatan kapal lagi menuju Pulau Sapeken. Ia khawatir jika dua pemberangkatan terakhir itu habis diserbu banyak pemudik. Sehingga dirinya takut tidak kebagian tiket kapal.

“Saya janjian dengan keluarga dari Jember dan Bali untuk ketemu di Pelabuhan Tanjung Wangi. Sejak hari Selasa saya sudah menginap di sini, yang penting bisa menyeberang,” ujar Fathan.

Senada dengan Fathan, pemudik lainnya yang bernama Hari mengatakan bahwa tiket kapal untuk menyeberang ke Pulau Sapeken seluruhnya gratis karena ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.

Seluruh penumpang yang akan naik kapal SN 92 tinggal datang ke kantor PT Pelni untuk ambil tiket sambal menunjukkan KTP.

“Semuanya gratis, saya mengambil tiket untuk lima orang agar tidak ramai di kantor Pelni. Perwakilan boleh mengambilkan tiket untuk keluarganya,” kata Hari.

Sementara itu, Kasi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Tanjung Wangi, Budi Sanjoyo menyampaikan bahwa program mudik gratis dengan kapal SN 92 merupakan kesepakatan bersama antara PT Pelni dan Pemkab Sumenep.

Berdasarkan data pihaknya, total terdapat 552 pemudik yang menyeberang ke Pulau Sapeken dengan kapal perintis itu.

Menurutnya, tren mudik ke Kepulauan Madura memang beda dengan wilayah lain. Sebab, keterbatasan sarana membuat para pemudik mulai pulang kampung sejak H-15 Idul Fitri.

“Kapal tujuan Sapeken ada lagi tanggal 3 April dan 10 April mendatang. Kemungkinan yang ramai pada tanggal 3 April, berangkat 4 April. Kalau yang tanggal 10 April biasanya penumpang tidak mau karena waktunya terlalu mepet. Mereka ingin bisa puasa dan Lebaran di kampung,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa para pemudik yang diangkut dengan kapal SN 92 itu akan melakukan perjalanan selama 12 jam dari Tanjung Wangi hingga Pulau Sapeken.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore