Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Maret 2024 | 02.02 WIB

Diskusi Gayeng Khofifah dengan Dubes Thailand, Bahas Peningkatan Kerja Sama di Sektor Perdagangan, Investasi Hingga Perhubungan

Khofifah Indar Parawansa. - Image

Khofifah Indar Parawansa.

JawaPos.com–Diskusi konstruktif dan gayeng terjalin dalam pertemuan Khofifah Indar Parawansa dengan Duta Besar Thailand untuk Indonesia H.E Mr Prapan Disyatat di Surabaya, Rabu (28/2) malam.

Dalam pertemuan yang dikemas dalam jamuan makan malam tersebut, Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024 dan Mr Prapan Disyatat tampak serius tapi santai membahas berbagai potensi peningkatan kerja sama Thailand dan Indonesia khususnya Jawa Timur.

Khofifah mengatakan, Thailand merupakan negara strategis yang saat ini sangat berkembang di sektor pariwisata dan perdagangan. Thailand tercatat masuk dalam sepuluh besar negara tujuan ekspor utama Jawa Timur.

”Sehingga ke depan kerja sama lebih erat sangat potensial untuk ditingkatkan dan dikembangkan,” kata Khofifah.

Banyak peningkatan kerja sama yang dibahas. Mulai dari sektor industri, pelayaran, pertanian, industri halal, permakanan, dan juga pariwisata. Dubes Thailand juga membawa sejumlah calon investor yang berminat untuk berinvestasi di Jawa Timur

”Banyak yang kami bahas dalam pertemuan kali ini. Salah satunya Dubes Thailand menyampaikan bahwa beliau ke Jatim selama empat hari ini dengan membawa banyak calon investor untuk menjajaki investasi di Jatim khususnya di sektor green industry,” ujar Khofifah.

Tidak hanya itu, Khofifah juga berdiskusi dengan Duta Besar Thailand terkait kerja sama di bidang ketahanan pangan dan industri halal.

”Ternyata mereka juga sangat tertarik untuk bekerja sama dengan Jatim dalam hal pengembangan industri halal. Kita tahu bahwa pariwisata di Thailand sangat berkembang dan banyak mendatangkan wisatawan dari berbagai negara dunia. Sehingga penyediaan produk halal sebagai support sektor pariwisata sangat dibutuhkan,” tutur Khofifah.

Hal itu menurut dia, menjadi peluang bagi Jawa Timur untuk bisa mengisi kebutuhan produk halal di Thailand. Sebab, Jawa Timur ketersediaan produk-produk halal sangat berlimpah.

”Hal ini akan membuahkan potensi ekspor bagi para pelaku industri halal dari Jawa Timur,” tutur Khofifah.

Bahasan lain dalam pertemuan itu adalah kemungkinan dibukanya penerbangan langsung dari Surabaya ke Bangkok. Sebab selama ini penerbangan dari Surabaya ke Bangkok harus transit lebih dulu ke Malaysia atau Singapura.

”Dengan semakin berkembangnya pariwisata di Thailand, juga semakin banyaknya mahasiswa Thailand yang studi di Jatim, sangat dibutuhkan transportasi direct flight dari Surabaya ke Bangkok dan sebaliknya. Tentu ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dua wilayah sekaligus jika hal ini terealisasi,” pungkas Khofifah.

Dalam pertemuan itu, Khofifah juga turut memperkenalkan batik gentongan Madura kepada istri Dubes Thailand untuk Indonesia Rutchanee Uerpairojkit. Bukan sembarangan, Batik Gentongan merupakan karya batik khas Jawa Timur tepatnya dari Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan.

Batik Gentongan memiliki ciri khas motif hingga proses pembuatan yang berbeda dengan batik lain. Batik Gentongan dibuat dengan teknik khusus dalam waktu berbulan-bulan. Direndam dalam gentong selama tiga sampai enam bulan, baru kemudian digambar. Batik yang belum jadi tersebut direndam lagi selama tiga sampai empat bulan.

”Karena teknik pembuatannya yang begitu panjang, membuat Batik Gentongan istimewa. Sengaja kami kenalkan pada istri Duta Besar Thailand untuk Indonesia yaitu Madam Rutchanee Uerpairojkit, agar Batik Gentongan asal Tanjung Bumi bisa ikut mendunia,” ucap Khofifah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore