
REKONSTRUKSI: Selasa (27/2), AFA memeragakan reka adegan pembunuhan dalam kasus kopi sianida Pacitan.
JawaPos.com – Masyarakat Pacitan, Jawa Timur, bulan lalu digegerkan dengan kasus kematian Muhamad Rizqhi Saputra, siswa madrasah tsanawiyah (MTs). Sang korban meninggal setelah meminum kopi seduhan orang tuanya. Belakangan diketahui kopi itu mengandung sianida yang dicampur oleh pelaku yang kenal dekat dengan keluarga korban.
Dilaporkan Jawa Pos Radar Madiun bahwa pada kasus ini Polres Pacitan telah menetapkan seorang tersangka, yakni Ayuk Findi Antika, 26, alias AFA. Dari penyidikan kepolisian, tersangka AFA diduga telah menuangkan racun jenis sianida ke dalam kopi yang diminum korban Muhamad Rizqhi Saputra (MRS). Setelah meminum kopi itu, sang korban keracunan dan berujung dengan meninggal dunia.
Dugaan bukti ini terungkap setelah polisi mencocokkan hasil uji sampel kopi yang diminum korban dengan alat bukti berupa catatan transaksi pembelian sianida secara online di ponsel tersangka.
Setelah menetapkan AFA sebagai tersangka, Polres Pacitan lalu melanjutkan perkembangan kasus dengan melakukan rekonstruksi pembunuhan pada hari Selasa (27/2) di rumah korban yang terletak di Dusun Mekarsari, Desa dan Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan.
Dalam proses rekonstruksi itu tersangka AFA memperagakan sebanyak 28 adegan. Kapolres Pacitan AKBP Agung Nugroho mengatakan, dari seluruh adegan, semuanya masuk dalam inti kejadian. Adegan dimulai saat tersangka AFA berada di rumah sambil menggendong anaknya, lalu mendatangi rumah Sukatmini yang saat itu sedang menyapu teras. “Tersangka kemudian masuk ke rumah untuk melihat-lihat situasi,” ujar AKBP Agung Nugroho.
Tak lama kemudian, tersangka pulang untuk mengambil racun jenis potasium sianida yang telah dipersiapkan di atas lemari. Berbekal sianida yang telah dibungkus dengan daun, tersangka kembali ke rumah korban melalui pintu samping menuju dapur.
“Saat masuk ke dapur, tersangka melihat bapak korban sedang menyeduh kopi,” kata Agung Nugroho.
Tidak lama kemudian, ayah korban pindah posisi ke ruangan lainnya. Saat itulah tersangka memasukkan sianida ke dalam salah satu gelas kopi yang selesai diseduh orang tua korban. Semua tindakan itu dilakukan AFA sambil menggendong anaknya yang masih balita.
“Tersangka datang bertamu ke rumah korban lalu menabur racun ke dalam kopi yang diseduh oleh bapak korban,” lanjut Agung.
Sejumlah kerabat dan tetangga yang menyaksikan proses rekonstruksi itu tak mampu menahan air matanya ketika melihat tersangka yang datang dengan kawalan polisi. Mereka tak menyangka AFA tega membunuh tetangganya sendiri. Bahkan, hubungan antara tersangka dengan keluarga korban dapat dikatakan dekat. (*)

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
