
Saksi kunci, Dewi, dan Subadri warga Desa/Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, pelaku duel maut dengan tetangganya, Muhammad Abdul Rafli, memeragakan aksinya, Rabu (16/11).
JawaPos.com – Polisi menggelar rekonstruksi kasus rebutan cewek berujung maut. Peristiwa itu menewaskan Muhammad Abdul Rafi (20) warga Kedawung, Kabupaten Cirebon. Pelaku utama, Subadri, memperagakan 11 adegan rekonstruksi.
Radar Cirebon (Jawa Pos Group) melaporkan, rekonstruksi dilakukan di depan minimarket di samping jalan by pass Kedawung, kemarin. Wanita yang diperebutkan inisial DW, juga hadir di lokasi itu.
Warga sekitar banyak berkerumun di depan minimarket untuk melihat langsung rekosntruksi. Petugas harus ekstra melakukan pengaturan lalu lintas. Ditambah tidak sedikit warga yang mencoba menerobos police line untuk bisa melihat proses rekonstruksi dari dekat.
Polisi juga menghadirkan dua saksi lainnya, yakni salah seorang karyawan minimarket dan seorang perempuan lain yang merupakan pemilik warung yang masih berada di dalam kompleks minimarket. Dalam adegan pertama, saat itu korban datang sendirian menggunakan sepeda motor matik warna putih.
Setelah memarkirkan sepeda motor, korban selanjutnya duduk di samping DW yang tengah menjaga stand minuman ringan di depan minimarket. Belum juga lima menit duduk di samping DW, tiba-tiba Subadri menghampiri keduanya.
Subadri yang memang bekerja sebagai tukang parkir di depan minimarket tersebut langsung menarik lengan baju korban dan menghardiknya. Saat itu Subadri marah karena korban mendekati DW, sementara korban sendiri malah sering bersama DW.
Pada adegan selanjutnya, keduanya pun terlibat cekcok. DW pun bangkit dan berusaha melerai cekcok tersebut dengan berdiri di antara keduanya. Namun upaya DW sia-sia.
Dalam kemelut di depan minimarket, pelaku berhasil melepaskan pukulan ke arah dada kiri atas korban. Korban yang merupakan teman sepermainan pelaku langsung ambruk dan kejang-kejang.
Melihat korbannya ambruk, pelaku pun langsung ambil langkah seribu alias kabur, dan baru tertangkap satu jam kemudian di sekitar Jl Sultan Ageng Tirtayasa tak jauh dari lapang bola Kedung Jaya. DW yang melihat korban ambruk dan kejang-kejang, lantas berusaha meminta tolong.
Beberapa warga yang ada di TKP pun berusaha memberikan pertolongan dan langsung membawanya ke Puskesmas Kedawung menggunakan becak. Belum sempat mendapat pertolongan medis, korban tewas dalam perjalanan menuju puskesmas.
Kapolsek Kedawung Kompol Nanang Suhendar mengatakan, pihaknya masih tetap menunggu hasil otopsi dokter forensik RSUD Gunung Jati guna menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. “Hasil visum besok (hari ini, red) baru keluar. Nanti baru diketahui penyebab pasti kematian korban, apakah karena pukulan itu atau ada penyebab lain,” ujarnya.
Dikatakan Nanang, dari sembilan adegan awal yang sudah disusun, pada praktiknya jumlah adegan dalam rekonstruksi bertambah dua. Sehingga total menjadi 11 adegan. “Rekonstruksi tentu untuk melengkapi berkas pemeriksaan. Syukur bisa kita gelar dengan lancar tanpa ada halangan dari mana pun,” ujar Nanang. (dri/yuz/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
