
Terminal 2 Bandara Banyuwangi siap digunakan untuk penerbangan internasional. Termasuk pemberangkatan jemaah umrah.
JawaPos.com - Kepastian mengenai dibukanya pelayanan pemberangkatan umrah dari Bandara Internasional Banyuwangi membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi bersama dengan PT Angkasa Pura II gerak cepat menyiapkan segala yang diperlukan. Salah satunya yang menjadi catatan untuk PT Angkasa Pura II selaku operator Bandara Internasional adalah menyiapkan berbagai fasilitas di terminal internasional Bandara Banyuwangi tersebut.
Hal itu harus dilakukan mengingat rencana penerbangan perdana keberangkatan umrah dari Bandara Internasional Banyuwangi yang akan dijadwalkan pada Kamis (22/2) dan Sabtu (24/2) 2024 mendatang.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Dwi Yanto menyebut, pihaknya sejauh ini telah melakukan peninjauan lapangan dan pengecekan sarana prasarana khususnya di bagian terminal keberangkatan.
Dari hasil peninjauan dan pengecekan tersebut, Dwi mengatakan, masih ada sejumlah fasilitas terminal keberangkatan yang harus dilakukan penambahan. Seperti, perlunya petugas imigrasi, balai karantina kesehatan, dan lainnya.
”Untuk x-ray masih berfungsi dengan baik, namun masih perlu penambahan fasilitas untuk calon penumpang lanjut usia (lansia),” tegas Dwi, seperti yang dikutip Radar Banyuwangi (Jawa Pos Grup) pada Kamis (1/2).
Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga tengah mengupayakan agar pelayanan keimigrasian bisa dibuka di area Bandara Banyuwangi. Sehingga, urusan terkait perpanjangan visa bisa diselesaikan di Banyuwangi juga.
Termasuk balai karantina kesehatan juga rencananya bisa dipindahkan dari Probolinggo ke Banyuwangi. ”Ke depan semua layanan imigrasi dan balai karantina kesehatan bisa diselesaikan di Banyuwangi,” jelas Dwi.
Di sisi lain, Eksekutif General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Banyuwangi Johan Seno Acton mengkonfirmasi terkait telah dilakukannya rapat koordinasi dan peninjauan lapangan untuk pemberangkatan umrah dari Bandara Banyuwangi.
”Kalau ruangan terminal bandara internasional sudah ada, namun selama pandemi Covid-19 lalu sempat tidak digunakan. Menurut saya perlu pembenahan, khususnya fasilitas layanan imigrasi, bagasi, dan fasilitas lainnya,” ungkap Johan.
Selain itu, Johan juga mengatakan bahwa pihaknya akan menyiapkan fasilitas yang ramah bagi lansia lansia. Adapun penataan lainnya meliputi kapasitas ruang tunggu yang saat ini hanya tersedia 120 pax, sedangkan kapasitas pesawat yang akan digunakan nantinya 170 pax.
”Secara regulasi sudah terpenuhi. Berhubung ini jemaah umrah, kami sedang diskusikan agar kekurangan ini bisa kita atasi sebelum keberangkatan penerbangan perdana bulan Februari nanti,” tutur Johan.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
