
Talk show Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) Jawa Timur.
JawaPos.com–Perkembangan teknologi semakin pesat. Transformasi digital di masyarakat juga sangat cepat. Pemerintah menyambut fenomena itu dengan penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Pola tersebut memiliki motivasi memudahkan pola perencanaan, pengelolaan, dan pelaporan. Utamanya pada sektor keuangan.
Wacana tersebut menjadi bahasan pada talk show yang digelar Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah atau BPKAD Jawa Timur. Talk show tersebut menghadirkan analis monitoring evaluasi dan pelaporan pusdatin Grisena Ergasera, Pranata Komputer Dirjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Shofa Taftazanie, serta Sekretaris BPKAD Jawa Timur.
Ketiga pembicara tersebut sepakat bahwa digitalisasi sistem keuangan daerah sangat penting. Pengelolaan, perencanaan, penganggaran akurat dan akuntabel.
Grisena mengatakan, saat ini, pemerintah sudah menyiapkan aplikasi. ”Aplikasi itu akan didukung satu data sehingga menghasilkan pengelolaan perencanaan anggaran yang tepat,’’ ucap Grisena.
Sekretaris BPKAD Jawa Timur Kholiq Abdillah mengatakan, sistem pengelolaan, perencanaan, dan pelaporan berbasis digital sudah diterapkan Pemprov Jawa Timur. Aplikasi tersebut terintegrasi pada semua OPD.
”Sistem ini, memudahkan semua OPD, mulai perencanaan hingga pelaporan penggunaan anggaran,’’ ucap Kholiq Abdillah.
Model pengelolaan berbasis digital membawa efek positif. Selain memudahkan, kontrol terhadap pengelolaan keuangan pada semua lini bisa berjalan optimal. Dengan begitu, kinerja pengelolaan keuangan akan sesuai aturan yang berlaku.
Tentu, ada poin lain yang tetap harus diperhatikan dalam penyusunan anggaran belanja daerah. Pranata Komputer Dirjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Shofa Taftazanie menjelaskan, program dan target prioritas yang ditetapkan pemerintah pusat.
”Perencanaan pengelolaan keuangan harus menyesuaikan itu,’’ tegas Shofa.
Kemudian, lanjut dia, setiap daerah memiliki standarisasi harga yang beragam. Pemerintah harus menyesuaikan harga tersebut. Artinya, pengelolaan keuangan yang berbasis digital harus disesuaikan dengan aturan, serta program dan target nasional yang sudah digariskan oleh pemerintah pusat.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
