Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 November 2021 | 22.10 WIB

Goncang Selama Pandemi, Selamat karena Pesanan Suvenir

TERUS BERTAHAN: Fitra Lusia, pemilik Ayesha Collection di Kota Padang, Sumatera Barat. (ILHAM SAFUTRA/JAWAPOS.COM) - Image

TERUS BERTAHAN: Fitra Lusia, pemilik Ayesha Collection di Kota Padang, Sumatera Barat. (ILHAM SAFUTRA/JAWAPOS.COM)

Cerita Pengusaha Batik Tanah Liek Bangkit Pasca Pembatasan

JawaPos.com - Kasus Covid-19 relatif menurun. Kini muncul varian Omicron dari Afrika Selatan (Afsel). Para pelaku usaha berharap situasi tidak mengganggu bisnis mereka.

Berkaca dari masa pembatasan beberapa waktu lalu, mulai dari PSBB sampai dengan PPKM, tidak sedikit pelaku usaha yang tergoncang bahkan usahanya sampai tutup. Semua akibat pembatasan yang diberlakukan pemerintah. Masyarakat pun menahan diri untuk berbelanja demi tidak tertular virus korona.

Situasi pelik itu juga dialami para pengusaha batik di Sumatera Barat. Fitra Lusia, pengusaha UMKM batik tanah liek di Padang mengaku sangat terdampak. Produknya sempat tertahan hampir setahun karena tidak ada transaksi. "Ada ribuan helai batik yang sudah siap jual tertahan di sini," ujar Fitra Lusia saat dikunjungi JawaPos.com, Kamis (25/11).

Fitra Lusia adalah salah satu dari puluhan pengrajin batik tanah liek di Sumbar. Memakai brand Ayesha Collection, Fitra Lusia merupakan satu dari 1.119 UMKM yang dibina PT Semen Padang. UMKM pengrajin tanah liek termasuk bagian dari kelompok industri. Jumlahnya mencapai 363 UMKM.

Semenjak pandemi melanda Tanah Air, Fitra terpaksa merumahkan sebagian karyawannya. Baik yang di galeri maupun workshop. "Sebelum pandemi ada 30 karyawan untuk workshop dan galeri. Saat pandemi turun drastis. Di galeri saya hanya menempatkan satu orang saja," ujar pengrajin batik tanah liek yang telah dibina PT Semen Padang sejak 2010 itu.

Ada banyak kegiatan usaha yang tidak dilakukan selama pandemi. Salah satunya ekspor. Sebelum Covid-19 muncul, Ayesha Collection bisa melakukan ekspor ke Malaysia, Qatar, dan Singapura. "Saat pandemi pelanggan kami di luar negeri menghentikan permintaan," imbuhnya.

Tidak ada ekspor, Ayesha Collection tetap berusaha untuk mempertahankan bisnisnya. Caranya mengandalkan pesanan untuk kebutuhan suvenir. "Beberapa waktu lalu di Sumbar acara baralek (kondangan) tidak dilarang. Setiap yang menggelar kondangan selalu memasan suvenir dari kami. Dengan cara itu lah kami bertahan," tandasnya.

Semenjak pemerintah tidak lagi memberlakukan PPKM darurat atau menurunkan PPKM dari level 4 menjadi 1, kini usaha Fitra Lusia mendapat angin segar. Stok barang yang tertahan hampir setahun dapat dilepas ke konsumen.

Umumnya untuk produk batik cap. Produk batik cap itu dipesan oleh sejumlah konsumen kelas perkantoran untuk kebutuhan seragam dinas.

Photo

MOTIF KREASI: Pengrajin batik tanah liek di Ayesha Colletion mempelihatkan batik dengan motif kreasi yang diberi nama motif Masjid Raya Sumatera Barat. (ILHAM SAFUTRA/JAWAPOS.COM)

Adapun jenis produk yang dipasarkan Fitra adalah batik cap, batik berbahan katun, berbahan serat, dan produksi kain tenun.

Berasal dari daerah Minangkabau, batik tanah liek dari Ayesha Collection mengawali karya batik dengan motif Minangkabau. Seperti motif kaluak paku, itiak pulang patang, dan rangkiang. Di tengah perkembangan zaman Fitra membuat kreasi yang berangkat dari motif minang, yakni motif cerita maangkek datuak. "Ini lumayan banyak diminati. Untuk jenis bahan batik favorit adalah batik cap," tandasnya.

Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati mengatakan, selama ini tetap menjalankan program CSR atau tanggung jawab sosial untuk masyarakat Sumbar. Hingga kini terdapat 1.119 yang mendapat binaan dari PT Semen Padang.

Mereka terdiri atas sektor perdagangan, industri, jasa, perikanan, peternakan, perkebunan, pertanian dan lain-lain. Untuk kelompok batik tanah liek termasuk dalam UMKM sektor industri. Untuk sektor ini terdapat 363 UMKM.

"Selama 2021 kami melakukan program pengembangan masyarakat. Nilainya mencapai Rp 12,9 miliar," ujar Anita.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore