Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 November 2021 | 03.15 WIB

Pertemuan Akbar Keturunan Raja Bone XVI Dihadiri 1.400 Orang

Pertunjukan seni pertemuan akbar para wija (keturunan) Raja Bone ke-XVI La Patau Matanna Tikka di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (20/11) malam. Nur Suhra Wardyah/Antara - Image

Pertunjukan seni pertemuan akbar para wija (keturunan) Raja Bone ke-XVI La Patau Matanna Tikka di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (20/11) malam. Nur Suhra Wardyah/Antara

JawaPos.com–Pertemuan akbar para wija (keturunan) Raja Bone ke-XVI La Patau Matanna Tikka digelar di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada 21 dan 22 November. Acara berlangsung meriah dihadiri 1.400 orang.

Pertemuan keturunan La Patau Matanna Tikka Raja Bone ke-XVI merupakan kali pertama digelar dihadiri para wija dari luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Koordinator Humas dan Publikasi Fadli Andi Yusuf mengatakan, pertemuan tersebut direncanakan untuk memecahkan rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) sebagai pertemuan keturunan raja terbesar di Indonesia. Namun, hal tersebut kandas karena pandemi Covid-19.

”Jumlah tersebut bisa lebih banyak jika saja tidak dalam kondisi pandemi Covid-19. Bahkan ingin memecahkan rekor Muri, tetapi sepertinya tidak memungkinkan,” kata Fadli Andi Yusuf seperti dilansir dari Antara, Minggu (21/11).

Tamu yang datang dari berbagai penjuru, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri terhibur dan larut dalam pertunjukan budaya sebagai rangkaian dari kegiatan tersebut. Pertemuan perdana itu berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan yang disuguhkan untuk para tamu undangan.

Sejumlah rangkaian acara yang disuguhkan yakni pameran benda pusaka, sajian jajanan kuliner tradisional oleh puluhan pelaku UMKM. Selain itu pentas seni dan budaya.

Selain pameran, kata Fadli,  tudang sipulung juga dilaksanakan untuk mempertahankan kegiatan serupa pada masa mendatang. ”Hari ini (21/11) kita telah ziarah kubur ke makam La Patau Mattanna Tikka Matinroe ri Nagauleng di Kecamatan Cenrana, sebagai bentuk penghormatan kami para keturunannya,” terang Fadli Andi Yusuf.

La Patau Matanna Tikka adalah Raja Bone XVI yang menjabat pada 1696 hingga 1714, menggantikan Arung Palakka. Gelar nama panjang La Patau adalah La Patau Matanna Tikka, Sultan Alimuddin Idris, Walinonoe To Tenribali Malae Sanrang, Matinroe ri Nagauleng.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bone Andi Pomal Pawi mengemukakan pemerintah mendukung kegiatan itu. Sebab, mampu merekatkan persaudaraan dan silaturahmi sesama keturunan La Pa Tau Matanna Tika, Raja Bone ke-16.

”Pemerintah tentu sangat mendukung. Ke depan kegiatan ini bisa terus berlanjut, untuk saling mendukung sesama keluarga atau wija La Pa Tau Matanna Tika,” ujar Andi Pimal Pawi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore