Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 November 2023 | 05.13 WIB

Bersama Menteri Pertanian Panen dan Tanam Padi di Tuban, Gubernur Khofifah Ajak Wujudkan Kedaulatan Pangan

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada acara panen dan tanam padi bersama di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Kamis (23/11). - Image

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada acara panen dan tanam padi bersama di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Kamis (23/11).

JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi kunjungan kerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada acara panen dan tanam padi bersama di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Kamis (23/11).

Gubernur Khofifah bersama Mentan dan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menuju lokasi panen padi bersama di Desa Ngadipuro, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.

Usai panen padi, Gubernur Khofifah bersama Mentan dan Bupati Tuban berdialog dengan petani. Usai itu, rombongan menuju Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, untuk melakukan tanam padi bersama.

Gubernur Khofifah mengajak seluruh petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan pemerintah, bersama-sama membangun pertanian. Jawa Timur adalah provinsi dengan produksi padi dan beras tertinggi di Indonesia.

”Dengan semangat mewujudkan kedaulatan pangan nasional, mari kita bangun bersama-sama pertanian di Jawa Timur dan Indonesia untuk menjadi lebih baik,” kata Gubernur Khofifah.

Dia menjelaskan, Jawa Timur mampu menyuplai hampir 80 persen kebutuhan pangan ke 16 provinsi di Indonesia Timur. Selama 4 tahun berturut-turut sejak 2020 sampai 2023 Jatim merupakan produsen padi tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia.

Capaian Jawa Timur di sektor pertanian adalah buah dari sinergitas seluruh tim. Mulai dari petani, gabungan kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah setempat juga koordinasi dengan Kementerian Pertanian.

”Sinergitas luar biasa, PPL luar biasa, sampai bupatinya luar biasa dan tentu PPL yang punya peran untuk bisa melakukan pendampingan dan memberikan guidance kepada para petani kapan percepatan musim tanam,” kata Khofifah.

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Kabupaten Tuban memiliki inovasi yang luar biasa terkait uji coba pupuk dengan komposisi pupuk organik lebih maksimal. Petani di Tuban adalah gambaran petani di Jawa Timur yang tangguh.

Dia mengungkapkan, di beberapa titik perbandingan penggunaan pupuk organik dan kimia sudah 4 banding 1. ”Jadi 20 persen saja pupuk kimia, 80 persen sudah pupuk organik dengan posisi seperti itu produksinya bisa mencapai 9 ton per hektare bahkan sempat 12 ton. Itu artinya operasional cost juga berkurang tapi produktivitasnya meningkat,” ucap Khofifah.

Gubernur Khofifah menyampaikan, giat percepatan tanam akan didorong ke seluruh wilayah Jawa Timur. Upaya itu sangat tepat mengingat kondisi pangan dunia membutuhkan perhatian khusus karena dampak El Nino. Gerakan percepatan tanam itu sangat penting untuk menjaga agar produksi tersedia bagi masyarakat Jawa Timur dan juga untuk menopang provinsi-provinsi lain di luar Jawa Timur.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, Gubernur Khofifah mampu membawa Jawa Timur menjadi provinsi dengan produksi pangan tertinggi di Indonesia. Gubernur memiliki kreativitas tinggi terbukti Jawa Timur menjadi provinsi dengan produksi beras, jagung, daging sapi, tertinggi di Indonesia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore