
Arkeolog BPCB Jatim menggali struktur batu bata kuno yang diduga benda cagar budaya peninggalan zaman kerajaan Hindu masa lalu di Desa Banjarsari, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (19/2). Destyan Sujarwoko/Antara
JawaPos.com–Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur meninjau Situs Banjarsari. Ditemukan sepasang arca Dewa Siwa dan Dewi Parwati serta sejumlah pecahan gerabah dan bata merah kuno di Desa Banjarsari, Kecamatan Ngunut.
Dipimpin Kepala BPCB Jatim Zakaria Kasimin, tim arkeolog meneliti arca dan pecahan gerabah kuno diduga benda cagar budaya yang disimpan pengasuh Pondok Murrotilil Quran Ahsin Ashari. Tim lalu melanjutkan kegiatan dengan memeriksa lokasi ditemukan benda-benda kuno yang diduga peninggalan zaman kerajaan Hindu di Pulau Jawa, abad XIV tersebut.
Dibantu sejumlah santri, tim arkeolog melakukan penyisiran area ditemukan benda-benda cagar budaya itu hingga akhirnya menemukan struktur susunan bata merah yang mengindikasikan di dalam tanah itu ada bekas bangunan kuno.
”Kami belum bisa memastikan apakah ini semacam bangunan candi atau hanya tempat pemujaan biasa. Karena kalau melihat umpaknya itu kecil. Untuk lebih jelasnya nanti kami tindaklanjuti dengan melakukan tindakan eskavasi,” kata Zakaria Kasimin.
Dia juga belum bisa memastikan masa pembuatan benda diduga cagar budaya tersebut, dengan alasan informasi dari lapangan belum cukup. Namun melihat ciri arca, ada kemungkinan dibuat pada era Kerajaan Majapahit atau bahkan masa sebelumnya.
”Analisis secara arkeologis masih membutuhkan penelitian lebih lanjut dengan melakukan eskavasi di Situs Banjarsari, untuk mengetahui bangunan asli dari struktur bata merah yang baru ditemukan tim BPCB bersama warga,” ujar Zakaria.
Jika tidak ada perubahan, dia menjadwalkan ekskavasi Situs Banjarsari pada pertengahan Maret. Saat ini sejumlah tenaga arkeologi yang tergabung dalam tim ekskavasi masih fokus menyelesaikan ekskavasi di Situs Kumitir, Jombang.
”Khusus di Situs Banjarsari yang baru ditemukan, tidak menutup kemungkinan untuk melakukan pemugaran atau pelestarian. Namun jika dinilai tidak terlalu penting, galian di area situs bisa ditutup lagi,” tutur Zakaria.
Situs Banjarsari tempat sepasang arca Dewa Siwa dan Dewi Parwati ditemukan tidak sengaja saat pekerja melakukan penggalian tanah di area kolam yang akan dibangun di belakang Pondok Murrotilil Quran, menggunakan alat berat jenis ekskavator. Saat itu, pekerja tidak sengaja mengangkat struktur batu yang ternyata arca Dewa Siwa dan Dewi Parwati, yang sebelumnya terpendam dengan jarak masing-masing sekitar dua meter di kedalaman kurang dari 1,5 meter.
Temuan benda diduga cagar budaya itu, membuat pengasuh pondok memilih menghentikan sementara proyek pembangunan kolam ikan koi. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=iqVBhm2dNbQ

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
