SEGERA SELESAI: Foto udara wajah Bandara Dhoho, Kediri, yang saat ini masih dalam tahap konstruksi. Jika tak ada aral melintang, bandara tersebut dapat beroperasi akhir tahun ini.
JawaPos.com- Pemerintah Kabupaten Kediri dan pihak PT Surya Dhoho Investama (PT SDHI), anak perusahaan dari PT Gudang Garam saat ini tengah menyiapkan tiga rute utama penerbangan di bandara tersebut.
Melansir Radar Kediri (Jawapos Grup) pada Senin (16/10) rencana rute yang akan dibuka adalah pertama, Kediri-Jakarta. Kedua, Kediri-Bali. Dan ketiga, Kediri-Jeddah.
Segmen pasar dari rute ini adalah mereka yang selama ini terbang ke Jakarta melalui Bandara Juanda. Dengan adanya rute Kediri-Jakarta, maka akan memperpendek perjalanan. Jika sebelumnya harus ke Bandara Juanda (sekitar 1,5 jam dari Kediri ke Juanda), kelak akan langsung berangkat dari Bandara Kediri.
Masyarakat yang memanfaatkan rute Kediri-Jakarta ini tak hanya berasal dari Kediri Raya saja (Kota Kediri dan Kabupaten Kediri). Tapi juga bisa masyarakat yang berasal dari Tulungagung, Trenggalek, Kota Blitar dan Kabupaten Blitar.
Di Bandara Juanda, rute Surabaya-Jakarta merupakan rute tertinggi dan terbanyak dalam hal jumlah penumpangnya, dibandingkan dengan rute domestik lainnya. Data 2022 menyebutkan, rute Surabaya-Jakarta mengangkut 2.004.698 orang. Jumlah ini ekuivalen dengan 28 persen dari seluruh jumlah penumpang domestik di Bandara Juanda. Jumlah terbanyak kedua adalah rute ke Makassar, sejumlah 962.892 penumpang (13 persen). Kemudian ke Denpasar, sejumlah 809.624 penumpang (11 persen).
Untuk rute Kediri – Bali cukup prospektif. Dengan adanya rute Kediri-Bali itu, maka penumpang dari wilayah Kediri Raya, plus wilayah-wilayah lain di Jatim bagian selatan (Trenggalek, Tulungagung, Madiun, Ponorogo, Pacitan, dan Magetan) yang biasanya harus ke Juanda jika ingin ke Bali, maka kali ini cukup ke Bandara di Kediri.
Baca Juga: Seorang Wanita Menikam 3 Orang, Termasuk Polisi dan Sopir Taksi di Bandara Internasional Atlanta
Rute ketiga: Kediri-Jeddah, agaknya yang perlu dipikirkan ulang. rute ini merupakan bagian dari cita-cita besar menjadikan Bandara Dhoho sebagai embarkasi haji dan umrah.
Saat ini, Pemkab Kediri dan PT SDHI sudah menyiapkan skema perhitungan untuk memberikan subsidi rute-rute yang akan dibuka tersebut. Bagi rute baru, apalagi untuk bandara baru, subsidi memang sebuah keniscayaan. Sebab, ini adalah bagian dari daya tarik kepada penumpang.
Sekarang ini, yang terpenting, Bandara Dhoho Kediri segera bisa diselesaikan. Acara “first landing” di tahun ini tidak tertunda. Infrastruktur yang melengkapi keberadaan bandara juga harus dituntaskan. Selesainya harus paralel dengan bangunan bandaranya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
