
Ilustrasi sampel darah yang terindikasi positif virus Korona. Antara
JawaPos.com - Kekhawatiran adanya temuan baru kasus positif coronavirus disease 2019 (Covid-19) di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Temboro, Kecamatan Karas, Magetan, akhirnya terbukti. Hasil tracing dan tes yang dilakukan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 terhadap 305 santri yang berinteraksi dengan 43 santri asal Malaysia (yang sebelumnya dinyatakan positif) menyebutkan, sebanyak 16 santri baru dinyatakan positif Covid-19.
Sebelumnya 16 santri itu menjalani rapid test dan swab test oleh GTPP Covid-19. Dari dua tes tersebut, para santri baru itu dinyatakan reaktif dan positif. ”Dari 31 santri yang reaktif saat ikut rapid test sebelumnya, 16 di antaranya positif berdasar swab test,” kata Bupati Magetan Suprawoto Sabtu (25/4).
Sekretaris GTPP Covid-19 Jatim Heru Tjahjono menyatakan, 16 santri ponpes yang dinyatakan positif itu diputuskan menjalani perawatan dulu selama 14 hari. ”Jika perkembangannya membaik, mereka akan dipulangkan ke negaranya,” ujar dia.
Sementara itu, para santri pondok yang dinyatakan negatif bakal dipulangkan. Termasuk para santri asal Malaysia. Pemprov Jatim telah menyiapkan bus untuk mengantarkan mereka ke bandara.
Heru menambahkan, sudah ada sepuluh bus berkapasitas 40 orang yang disiapkan. Setiap bus akan diisi 15 santri. Yang diberangkatkan adalah santri yang sudah menjalani tes dengan hasil nonreaktif atau negatif. ”Jadi, tetap ada physical distancing,” ucap Heru yang juga sekretaris daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim.
Ketua Rumpun Tracing GTPP Covid-19 Jatim dr Kohar Hari Santoso mengatakan, sebelum diberangkatkan, para santri harus menjalani tes lagi untuk memastikan kondisinya. Setelah dinyatakan negatif, mereka baru dibawa ke bandara untuk diterbangkan ke Malaysia. ”Tapi, di bandara kita isolasi dulu sebelum dilakukan karantina di negaranya,” ujar dia dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi tadi malam.
Kohar menjelaskan, para santri yang lain juga akan diperiksa lagi. Hal itu merupakan langkah antisipatif untuk mencari tahu lebih lanjut persebarannya. Tracing akan dilakukan sebelum para santri asal Malaysia diberangkatkan. ”Nanti akan di-tracing lagi. Dari Pemkab Magetan sudah menyiapkan tempat untuk karantina kalau memang ditemukan kasus lagi,” terangnya.
Tambahan temuan di Ponpes Temboro ikut menyumbang lonjakan signifikan kasus positif Covid-19 di Jatim kemarin. Hingga tadi malam, ada tambahan pasien positif sebanyak 78 orang. Sehingga total pasien yang terkonfirmasi positif mencapai 768 orang.
Seperti diberitakan, kasus itu berawal pasca munculnya kabar mengejutkan dari Malaysia. Sebanyak 43 santri asal negeri jiran di ponpes tersebut dinyatakan positif Covid-19 saat baru tiba di Malaysia oleh Kementerian Kesehatan setempat.
Sebenarnya, sebelumnya para santri sudah dicek. Hasilnya negatif. Karena itu, temuan 43 kasus positif santri tersebut menimbulkan pertanyaan baru. Dari klaster mana mereka. Bukan hanya itu, diketahui ada empat warga di sekitar lingkungan ponpes yang sudah terlebih dulu dinyatakan terpapar virus bernama lain SARS-CoV-2 tersebut.
KRONOLOGI PERSEBARAN COVID-19 DI PONPES TEMBORO

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
