Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Agustus 2023 | 21.56 WIB

6 Hari Tampung Warga Air Bangis Mengungsi, Pengurus Masjid Raya Sumbar Kewalahan, Saluran Air Mampet

Masjid Raya Sumatera Barat di Kota Padang - Image

Masjid Raya Sumatera Barat di Kota Padang

JawaPos.com - Masjid Raya Sumbar sempat menjadi tempat penampungan bagi warga Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) selama enam hari ketika berada di Kota Padang.

Sejatinya, Pengurus Harian Masjid Raya Sumbar Yuzardi Ma’at tidak keberatan atas kehadiran warga yang sedang memprotes proyek strategis nasional (PSN) terkait pembangunan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) itu.

Hanya saja, kata Yuzardi Ma’at, fasilitas di Masjid Raya Sumbar tidak tak cukup untuk menampung warga Air Bangis yang jumlahnya mencapai seribu lebih. Warga itu ditampung di bagian aula. Akibat kehadiran warga Air Bangis tersebut, saluran air masjid jadi mampet, kegiatan masjid terganggu. Jemaah merasa tidak nyaman beribadah di Masjid Raya Sumbar.

"Besok pagi ada rencana Subuh mubarak untuk seluruh ASN. itu Aa Gym (yang mengisi)," kata Yuzardi pada Sabtu (5/8) kemarin diunggah akun Instagram @polrestapadang.

"Kami sejak tadi kesulitan bagaimana menghadapi besok kalau mereka masih ada di sini. Besok siang juga pak Anies mau datang lagi untuk acara di sini juga," imbuhnya.

Namun begitu, diketahui bahwa saat ini masyarakat Nagari Air Bangis sudah dijemput paksa oleh aparat kepolisian untuk kembali ke kediamannya. "Jadi kewalahan sekali kami kalau memang masyarakat tadi itu tetap di sini," pungkas Yuzardi.

Sebelumnya, belasan massa yang mengikuti aksi demo warga Air Bangis menolak PSN di Kantor Gubernur Sumatera Barat dikabarkan ditangkap aparat kepolisian. Yayasan LBH Indonesia mengungkapkan, kronologi penangkapan tersebut lewat unggahan YLBHI pada akun media sosial Instagram.

Peristiwa itu bermula saat 1.500 warga Air Bangis melakukan aksi demo penolakan PSN pada Senin (31/7) di Kantor Gubernur Sumbar. Mereka menuntut untuk bertemu dengan Gubernur Sumbar Mahyeldi.

"Tuntutan masyarakat bertemu Gubernur Sumbar dialog secara langsung. Namun, hingga Jumat 4 Agustus 2023 Gubernur Sumbar tak pernah menemui masyarakat yang demonstrasi. Gubernur malah menemui massa tandingan dan bersilaturahmi di saat salat subuh," demikian keterangan dalam unggahan itu, Minggu (6/8).

Hingga akhirnya, utusan warga dan mahasiswa bisa melakukan dialog dengan Pemprov Sumbar di kantor Gubernur Sumatera Barat. Sembari menunggu hasil dialog tersebut, warga kemudian berselawat di Masjid Raya Sumbar. Namun, secara tiba-tiba aparat kepolisian mendatangi mereka dan berujung pada aksi penangkapan.

"Aparat kepolisan secara brutal memasuki area Masjid dengan mengenakan sepatu menangkap warga. Selain warga, 6 orang pendamping dari YLBHI-LBH Padang dan PBHI beserta beberapa mahasiswa juga turut ditangkap dan digelandang ke Mapolda Sumatera Barat," tulis unggahan tersebut.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore