Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 September 2015 | 12.10 WIB

Cemburu Buta, Suami Diduga Cekik Istri Sampai Tewas

Jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga usai divisum. - Image

Jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga usai divisum.

JawaPos.com--Seorang suami, Syamsudin (27) diduga telah menghabisi nyawa istrinya, Yanti (22), Kamis malam. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Yef Husin RT 7 RW 3 Kelurahan Tuan-Tuan Kecamatan Benuakayong, Ketapang, Kalbar. 





Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diduga dicekik dan dipukul menggunakan benda tumpul di bagian dadanya hingga tewas. Usai menghabisi nyawa istrinya, Syamsudin kabur meninggalkan rumah. Sampai sekarang pun keberadaannya belum diketahui. 



Ayah korban, Jemain (56), mengatakan, orang pertama yang menemukan mayat Yanti adalah ibu korban, Asnah (50), pada Jumat (25/9) pagi sekitar pukul 05.00. Saat itu Asnah sedang memberi pakan bebek, tepat di samping rumah yang ditinggali anak dan menantunya. 



Asnah mencoba membangunkan korban dengan memanggil namanya. Namun, yang dipanggil tak kunjung menyahut. Akhirnya, Asnah langsung masuk ke dalam rumah dan mendapati anaknya itu masih terbaring. 



"Istri saya lalu memegang tubuhnya. Saat itulah istri saya melihat darah keluar dari mulutnya dan ternyata anak saya sudah tidak bernyawa," kata Jemain. 



Ia menduga anaknya telah dibunuh oleh sang suami. Kecurigaan tersebut muncul karena anak dan menantunya itu sering berkelahi. Alasannya karena cemburu. Dugaan semakin kuat karena Syamsudin juga telah menghilang dari rumah. 



"Suaminya itu cemburuan. Setiap kali anak saya jalan, selalu dimarahi. Makanya sering kelahi. Padahal anak saya jalan sama kawan-kawannya," jelas Jemain.



Bahkan, menantunya itu biasa main pukul. Namun Jemain tidak pernah menyangka, Syamsudin sampai tega membunuh Yanti.



Ia seakan tak percaya akan kenyataan ini. Sebab, pada Kamis (24/9) malam, anak dan menantunya itu masih bertandang ke rumahnya dan baru pulang sekitar pukul 10.00.



Kapolsek Benuakayong, Iptu I Ketut Muliarta Giri, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menduga tewasnya korban karena dibunuh oleh suaminya, Syamsudin. 



"Ada bekas tindak kekerasan di bagian leher korban seperti dicekik dan luka lebam pada bagian dada korban," katanya.



Ia menjelaskan, dari keterangan ibu dan ayah korban, pada Kamis (24/9) malam, korban dan suaminya sempat berkelahi. Bahkan suaminya itu mencekik istrinya di rumah mertua.



Tetapi hal tersebut tidak dilaporkan ke polisi karena keduanya sudah kembali berbaikan dan sempat pergi lebaran bersama.



Saksi lainnya yang tinggal berdekatan dengan rumah korban juga menyebutkan, sekitar pukul 04.00 WIB, terdengar suara motor yang keluar dari rumah korban. Pengendara motor itu diduga Syamsudin yang melarikan diri usai membunuh. 



Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP, meminta keterangan dari saksi-saksi, melakukan visum terhadap jasad korban, dan mengamankan barang bukti berupa pakaian korban. Sementara jasad korban telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan. (afi/jpg)

Editor: Ronald
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore