
Ilistrasi
JawaPos.com - Dit Polair Polda Kalsel dan Div Pol Air Mabes Polri menangkap oknum anggota polisi berpangkat brigadir. Dia diduga melakukan tindakan pungutan liar (Pungli), Jumat (20/1) lalu.
Oknum tersebut berinisial F. Dia bertugas di Satuan Polisi Air Polres Batola. Turut serta saat itu petugas gabungan mengamankan seorang PHL sebagai motoris, inisial A.
Informasi yang didapat Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group), malam itu oknum F melakukan patroli menggunakan speed boat Satpol Air Polres Batola bersama A, Kamis (19/1) sekitar pukul 23.00 Wita.
Saat melaksanakan patroli di daerah perairan Tamban, Brigadir F melihat kapal KM Budi Mulya 69 yang sedang berlayar dari pelabuan Trisakti menuju Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Oknum itu mendekati dan langsung menaiki kapal untuk melakukan pemeriksaan dengan mendatangi nakhoda.
Setelah melakukan pemeriksaan, ditemukan pada lambung kapal FLAM SLOT MARK, hanya dicat dan lambung timbulnya tenggelam atau kelebihan muatan (overload).
Brigadir F meminta nakhoda untuk menghubungi pemilik kapal tersebut. Setelah tersambung, pemilik kapal minta bantu agar tidak diproses kasusnya. Oknum itu menyetujui, tapi dengan syarat pemilik kapal memberikan uang sebanyak Rp 5 juta. Kesepatan antara F dengan pemilik kapal terjadi dan untuk penyerahan uang diminta anggota tersebut bertemu di Yapahut, daerah perairan Batola. Namun ketika melakukan transaksi untuk penyerahan uang, anggota Dit Polair Polda Kalsel dan Mabes Polri tiba dan menangkap tangan dia.
Dikonfirmasi, Irwasda Polda Kalsel sekaligus Ketua Saber Pungli Kalsel, Kombes Pol Djoko Poerbo Hadijojo membenarkan telah mengamankan satu oknum polisi tersebut dan PHL.
“Tadinya dikabarkan ada pemerasan dalam proses internal kami. Kalau katanya belum bisa kami pastikan dan disimpulkan, karena tidak ditemukan duitnya atau barang bukti,” jawab Djoko.
Menurut Djoko, kapal yang diperiksa oknum tersebut mengangkut muatan kayu. Itu dilakukan pemeriksaan setelah mengetahui ada dugaan muatan melebihi batas.
“Sebenarnya idealnya patroli atau pemeriksaan sedikitnya 2 atau 3 anggota, tergantung situasinya, mungkin saja kurang dari itu. Tapi untuk pelaksaan pengecekan sudah betul saja,” ujar Djoko. (lan/fab/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
