Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Juli 2023 | 22.15 WIB

Cegah Antraks, 125 Warga Gunungkidul Diberi Profilaksis

Ilustrasi: Hewan ternak sapi dapat menjadi perantara penyebaran wabah antraks. - Image

Ilustrasi: Hewan ternak sapi dapat menjadi perantara penyebaran wabah antraks.

JawaPos.com – Antraks kembali menghebohkan setelah tiga orang di Gunungkidul, DIJ, meninggal dunia. Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman kemarin (9/7) memberikan tips agar tidak tertular antraks. Yakni, memakai masker, menghindari hewan mati, dan menjaga kebersihan rumah.

"Permukaan lantai dibersihkan dengan klorin 6 persen atau cairan pemutih yang dilarutkan air,” katanya.

Spora dari Bacillus anthracis yang bertahan di tanah, air, atau tumbuhan bisa masuk ke tubuh hewan melalui oral atau lewat mulut. Pada manusia, biasanya spora itu masuk melalui kulit yang terbuka karena luka, lalu bersentuhan dengan hewan atau produk hewani yang sudah tercemar. Pada kasus di Gunungkidul, ada warga yang mengonsumsi hewan yang mati karena antraks. Ada juga penularan lewat inhalasi atau pernapasan.

Terpisah, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan dr Imran Pambudi mengatakan, Pemda Gunungkidul sudah memberikan pengobatan profilaksis kepada populasi terpapar untuk pencegahan. Hingga saat ini, ada 125 orang yang diberi pengobatan profilaksis di Gunungkidul.

Sebanyak 87 di antara mereka berstatus seropositive atau pasien pernah terpapar antraks, tapi tanpa gejala klinis. Hal itu disebabkan di dalam tubuhnya sudah terbentuk antibodi. "Inilah orang-orang yang akan diberi pengobatan profilaksis,” ujar Imran. (lyn/c7/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore