Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Juni 2017 | 07.20 WIB

Inilah Kejahatan yang Paling Banyak Terjadi Selama Ramadan

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawPos.com - Kasus perampokan sadis dengan menggunakan senjata api di Cengkareng, Jakarta Barat, dan di Kota Tangerang rupanya menjadi atensi Polres Balikpapan. Pasalnya tidak tertutup kemungkinan kejadian serupa terjadi di Kota Minyak.


"Tidak tertutup kemungkinan. Tetapi sejak awal kepolisian khususnya di Balikpapan sudah melakukan upaya razia dan patroli secara masif. Pembentukan satgas di masing-masing wilayah dilakukan untuk menekan angka kejahatan khususnya yang berpotensi menggunakan baik senjata api maupun senjata tajam," terang Kasat Reskrim Polres Balikpapan, AKP Kalfaris T Lalo.


Sejak awal Ramadan, dari data kejahatan di Kota Balikpapan yang ditangani Satreskrim, ada 18 kasus kejahatan yang masih mendominasi. Antara lain Curanmor dengan delapan kasus yang diungkap, Pencurian dengan kekerasan (Curas) ada tiga, dengan dua kasus terungkap. Sedangkan terakhir ada Pencurian dengan pemberatan (Curat) dengan tujuh kasus yang sudah diungkap. 


"Kejahatan 3C kami sebut. Ini yang mendominasi sejak awal puasa hingga hari ini. Karena itu kami berupaya maksimal untuk mencegah terjadinya kejahatan tersebut. Tetapi perlu peran masyarakat juga. Karena bagaimana juga, kejahatan timbul karena ada kesempatan pelaku yang melihat peluang melancarkan aksinya," ujarnya. 


Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir untuk beraktivitas. Namun tetap waspada. Karena itu apabila melakukan aktivitas yang bersinggungan dengan keuangan seperti menarik dana dalam jumlah banyak, wajib meminta bantuan polisi untuk melakukan pengawalan. 


"Sudah sering kami imbau. Tidak perlu bayar. Ini sudah menjadi tugas kami. Untuk peta wilayah rawan sejauh ini tidak ada. Namun tetap kami lakukan pengawasan dengan ketat," lanjutnya. 


Untuk peredaran senjata api, pihaknya belum menemukan adanya pengguna secara ilegal. Begitu pula dengan laporan masyarakat yang masih nihil. Tetapi pengawasan ditingkatkan kepada peredaran senjata yang bisa dimodifikasi atau dirakit menjadi senjata api. Seperti senapan angin. Juga peredaran senjata tajam.


"Termasuk razia itu juga sebagai bentuk pengawasan. Puji Tuhan hingga saat ini belum ditemukan, senjata api ilegal dalam kegiatan kami. Yang jelas kami juga berharap partisipasi masyarakat dalam melaporkan apabila menemukan atau mengetahui terkait peredaran tersebut," pungkasnya. (*/rdh/rsh/k18/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore